Budidaya Gurami Sistem Boster, Irit Lahan

YOGYAKARTA – Budidaya ikan gurami merupakan salah satu usaha di bidang perikanan yang cukup digemari. Selain memiliki harga jual yang tinggi, gurami juga dikenal irit biaya produksi karena minim konsumsi pakan. Salah satu kendala budidaya ikan gurami hanya terkait hama penyakit dan kebutuhan lahan kolam yang luas.

Namun Kelompok Petani Ikan (KPI) Mina Sekawan yang berada di Dusun Kruwet, Sumberagung, Moyudan, Sleman, Yogyakarta, berhasil mengembangkan budidaya ikan gurami dengan menerapkan teknik boster. Teknik baru ini diyakini dapat meminimalisir penyakit serta irit lahan.

Tak seperti budidaya gurami secara konvensional dengan kebutuhan kolam yang luas, teknik boster hanya memanfaatkan kolam semen kecil di atas tanah berukuran 1,5 x 1,5 meter persegi. Pada bagian bawah kolam dibuat berbentuk kecurut untuk menampung kotoran serta jalur keluaran air. Prinsip teknik ini sama dengan penerapan kolam boster pada budidaya lele.

“Jika lele itu kan kolam boster dibuat berbentuk melingkar, karena memang lele suka bergerak. Tapi untuk gurami kolam dibuat persegi karena gurami lebih suka diam di pojok kolam. Tapi secara prinsip kolam boster gurami ini sama seperti kolam boster untuk lele,” kata Ketua KPI Mina Sekawan, Winardi, belum lama ini.

Menurut Winardi, selain jauh irit lahan, penerapan sistem boster ini, juga mempermudah pengontrolan air dan kebersihan kolam. Sehingga dapat meminimalkan hama penyakit pada ikan. Tak hanya itu, dengan sistem boster proses pemanenan juga jauh lebih mudah dibanding kolam konvensional.

“Kita mulai mengembangkan sistem boster gurami sejak 2016 lalu. Awalnya, kita studi banding di kelompok lain, lalu kita terapkan. Saat ini kita memiliki sebanyak 36 kolam boster gurami,” ujarnya.

Dalam satu kolam, dikatakan Winardi, dapat diisi 100 ekor ikan gurami dengan ukuran 3 ons/ekor atau total 30 kilogram. Dalam waktu 6-7 bulan ikan akan berkembang dengan ukuran berat 7-8 ons per ekor atau total 60-70 kilogram. Dari satu kali panen, satu kolam ikan bisa menghasilkan keuntungan Rp500-600 ribu per kolam.

“Untuk pembesaran bibit juga bisa. Dalam waktu 7-8 bulan, satu kolam bisa dihasilkan keuntungan Rp700-800 ribu per sekali tebar. Dengan jumlah 36 kolam tinggal dikalikan saja keuntungannya,” katanya.

Salah satu kunci keberhasilan budidaya gurami sistem boster adalah keteraturan untuk selalu menjaga kualitas air. Yakni dengan rutin mengeluarkan kotoran dan mengganti air setiap 3 hari sekali. Ikan gurami sebaiknya juga selalu diberi pakan daun-daunan seperti kangkung dan lompong.

“Harus selalu rutin dicek kualitas airnya. Karena kolam kecil dengan kepadatan ikan tinggi akan berisiko jika kondisi air kurang bagus,” pesannya.

Lihat juga...