Inovasi Olahraga, Padukan Senam Kesegaran Jasmani dan Tari Bedana
LAMPUNG – Kegiatan rutin olahraga di setiap sekolah dan instansi pemerintah yang dilakukan setiap hari Jumat masih menjadi aktivitas menyenangkan untuk kesehatan apalagi jika menggunakan variasi-variasi gerakan menarik dan menyenangkan.
Menurut Topan selaku guru olahraga di SDN 3 Pasuruan, senam kesegaran jasmani yang dilakukan rutin setiap hari Jumat diikuti oleh seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 dengan iringan musik yang energik dengan panduan instruktur beberapa siswa.
Menurut Topan, saat ini beberapa gerakan yang rutin dilakukan oleh peserta didiknya merupakan senam irama dengan iringan musik ritmik yang mudah diikuti oleh para siswa. Ia menyebut secara umum gerakan senam yang dilakukan diantaranya gerakan pemanasan, gerakan inti dan gerakan pendinginan. Senam irama dengan iringan musik ritmis tersebut diakui Topan telah mengalami perkembangan dengan adanya gerakan senam menggunakan iringan musik Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) 1992.
“Saat ini sudah banyak kreasi iringan musik untuk Senam Kesegaran Jasmani dengan gerakan gerakan energik yang tentunya sangat menarik untuk anak agar mereka bisa melangsungkan kegiatan olahraga rutin tanpa bosan,” terang Topan, salah satu guru di SDN 3 Pasuruan Kecamatan Penengahan saat ditemui Cendana News seusai melakukan senam kesegaran jasmani bersama siswa didiknya, Jumat (11/8/2017).
Meski gerakan senam SKJ 1992 sudah tidak digunakan lagi, namun Topan menyebut saat ini sudah beragam variasi gerakan senam SKJ untuk sekolah yang sudah dikenalkan di sejumlah sekolah dan mulai diaplikasikan dalam penggunaan SKJ setiap hari Jumat. Beberapa gerakan senam yang digunakan saat ini meliputi Senam Ria Anak Indonesia, Senam Pramuka, Senam Seribu dan Senam Sehat Anak Indonesia yang terus diperbarui guna menghindari kebosanan. Gerakan gerakan tersebut diakuinya dilatihkan kepada guru selaku instruktur senam dan beberapa siswa untuk selanjutnya digunakan sebagai gerakan SKJ yang variatif.
Upaya menghindari kebosanan dan memadukan variasi gerakan senam SKJ yang dilakukan sejak pukul 07.00 hingga pukul 08.00, Topan mengungkapkan, dilakukan SDN 3 Pasuruan selain menggunakan gerakan senam yang sudah umum dilakukan adalah dengan menggunakan gerakan tari. Gerakan tarian Bedana yang merupakan tari adat Lampung mempunyai gerakan ritmik yang enerjik sehingga bisa digunakan sebagai variasi gerakan senam.
“Tarian Bedana kita lakukan setelah gerakan senam pokok dilakukan. Tentunya dengan iringan musik dari audio yang disiapkan agar anak-anak lebih semangat mengikuti beberapa siswa sebagai instruktur,” terang Topan.

Selain mengkreasikan SKJ dan juga penggunaan seni tari untuk kegiatan olahraga, Topan menyebut, SDN 3 Pasuruan juga terus melakukan upaya menjaga kesehatan lingkungan sekolah dengan melakukan nota kesepahaman bersama UPT Puskesmas Rawat Inap Penengahan sebagai sekolah Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Sekolah dengan jumlah 209 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 tersebut juga memiliki prestasi di bidang olahraga di antaranya telah ikut mewakili Lampung dalam olahraga atletik atas nama Ferdiansah di tingkat nasional dan karate atas nama Rani Oktasari serta cabang olahraga lain di tingkat provinsi.
