Bekas Tambang Pasir Menjelma Jadi Destinasi Wisata Tirta nan Menggoda

LAMPUNG — Kawasan Kecamatan Pasir Sakti sejak puluhan tahun silam dikenal sebagai sentra pertambangan pasir terbuka di daratan dan menciptakan kolam galian bahkan menjadi sebuah danau berukuran besar. Pasir yang ditambang tersebut sebagian dikirim ke Jakarta bahkan ke Singapura untuk proses reklamasi dan kebutuhan pembangunan lain.

Pasca larangan aktifitas penambangan oleh Pemerintah Provinsi Lampung, sejumlah bekas tambang atau galian pasir tersebut tidak dimanfaatkan dan hanya dipergunakan sebagai tempat memelihara ikan bahkan dibiarkan terlantar.

Kondisi tersebut akhirnya memberi ide bagi Sakur, (40) warga setempat yang mulai membuat dua gubuk di pinggir. Ide awalnya hanya untuk tempat istirahat dan hobinya memelihara ikan meski selanjutnya banyak warga yang datang ke lokasi miliknya sekedar untuk berfoto atau bersantai menikmati suasana bekas galian pasir.

“Gubuk terbuat dari bambu dengan atap ilalang dan daun gelagah air yang saya buat selanjutnya ditambah dalam jumlah banyak seiring dengan semakin banyaknya pengunjung hingga kini setiap pekan ramai dikunjungi wisatawan sekitar Labuhanratu hingga dari kabupaten lain,” terang Sakur, pemilik destinasi wisata yang dikenal dengan nama Riana Bebekan di Desa Labuhan Ratu Kecamatan Pasir Sakti Kabupaten Lampung Timur saat ditemui Cendana News, Minggu (20/8/2017).

Riana Bebekan berjarak sekitar satu kilometer dari Jalan Lintas Timur membuat destinasi wisata tersebut dengan mudah diakses ditambah infrastruktur jalan yang memadai untuk kendaraan roda dua dan roda empat.

Pada awal tahun 2013 hingga tiga tahun berikutnya, Sakur mengungkapkan, lokasi tersebut belum dikenai tarif atau digratiskan termasuk untuk aktifitas memancing . Menginjak tahun keempat tepatnya tahun 2016 ia mulai mengembangkan lokasi tersebut menjadi destinasi wisata.

Konsep wisata air yang terus dikembangkan juga didukung oleh sang adik Suwandra (32) yang kini membantunya mengelola lokasi Riana Bebekan yang mulai ditambah dengan sebanyak 24 gubuk bambu beratapkan ilalang dan gelagah air.

Gubuk gubuk tersebut dihubungkan dengan jalan setapak terbuat dari cor beton dan sebagai antisipasi pengunjung terjatuh pada bagian kanan dan kiri jalan disediakan fasilitas jaring dan beberapa fasilitas pelampung disediakan di lokasi tersebut.

Sakur mengakui niatnya untuk mengelola tempat tersebut bukan serta merta saja sebab ia menyebut semakin dikenalnya destinasi wisata Riana Bebekan justru akibat pengaruh perkembangan tekhnologi berupa Facebook dan Instagram yang diakui Sakur sama sekali tak dipahaminya.

Sakur bahkan blak blakan bahwa dirinya gagap tekhnologi atau gaptek namun dengan adanya sang adik dan anak anaknya Riana Bebekan semakin ramai dikunjungi wisatawan karena dikenal orang dari media sosial.

Pada tahap awal saat jumlah pengunjung hanya berkisar 20 bahkan maksimal 50 orang perhari tarif masuk termasuk parkir di tempat tersebut hanya dikenakan sebesar Rp2.500 namun kini dengan semakin ramainya wisatawan yang datang tarif yang dikenakan sebesar Rp5.000 perorang.

Sakur,pemilik tempat wisata Riana Bebekan [Foto: Henk Widi]
Fasilitas bebek bebekan air yang berjumlah tiga unit bahkan semakin menarik minat wisatawan keluarga yang mengajak anak anaknya dengan tarif hanya Rp20ribu setiap 30 menit saat kondisi ramai dan sepuasnya saat kondisi sepi.

Selain memanjakan anak anak dengan fasilitas bermain bebek bebekan air beberapa kolam yang disediakan khusus berisi ikan mas dan ikan nila merah menjadi daya tarik dengan wisata edukatif memberi makan ikan. Beberapa hewan lucu berupa kucing angora dan kelinci bahkan menjadi daya tarik bagi pengunjung anak anak yang mengunjungi lokasi tersebut sekaligus memberi makan dengan rumput.

Selain menyediakan berbagai fasilitas yang memberi kenyamanan untuk bersantai pada akhir pekan dan hari libur Sakur menyebut sebagai destinasi wisata layanan untuk kebutuhan makan dan minum di lokasi tersebut juga mulai ditambah diantaranya berbagai menu makanan olahan ikan air tawar dan ikan air laut. Selain itu berbagai makanan ringan dan menu minuman pun disediakan dengan harga terjangkau dari mulai Rp5.000 per gelas.

Saat ini Sakur menyebut dengan semakin dikenalnya Riana Bebekan pada saat hari libur atau akhir pekan pengunjung dari wilayah Kabupaten Lampung Timur dan Kabupaten Lampung Selatan cukup banyak. Pada setiap akhir pekan Sakur bahkan mencatat ada sebanyak 250 hingga 300 pengunjung yang datang, baik perseorangan atau bersama rombongan.

Risa, salah satu pengunjung asal Pasir Sakti mengaku sengaja mengajak serta keluarganya dengan anak yang berniat naik bebek bebekan air dan sekaligus menikmati menu makanan olahan lobster air tawar yang disediakan di Riana Bebekan. Lokasi yang nyaman dengan angin sepoi sepoi dan serupa dengan berada di atas danau tersebut membuatnya betah berlama lama di lokasi tersebut.

“Kadang kami sekeluarga ke sini untuk makan siang dan kumpul keluarga sembari rekreasi dan suasananya sangat nyaman jauh dari keramaian dan kebisingan,” ungkap Risa.

Pengunjung menikmati wahana bebek bebekan air [Foto: Henk Widi]
Buka setiap hari dari pagi hingga sore hari destinasi wisata tersebut bahkan kerap menjadi rujukan bagi anak anak kekinian yang sengaja datang untuk sekedar berswafoto dan mengunggahnya ke akun jejaring sosial Facebook maupun instagram.

Lihat juga...