Usai Lebaran, Penjualan Emas Diprediksi Meningkat

BANJARMASIN — Berakhirnya momen Ramadan dan Lebaran diprediksi akan mendongkrang penjualan emas di pasaran.

Salah satu pedagang emas di Pasar Sentral Antasari Kota Banjarmasin, H Hakim, mengatakan biasanya tingginya aktivitas penjualan emas akan mulai terasa sebulan setelah momen lebaran.

“Apalagi kan sekarang ini momen tahun ajaran baru sudah mulai. Jadi pasti nanti akan banyak yang jual emasnya untuk bisa membayar keperluan sekolah anak mereka,” jelas pemilik Toko Emas Hidayat itu, Rabu (12/7/2017).

Saat ini memang diakuinya penjualan emas masih berimbang dengan pembelian emas oleh masyarakat, sementara harganya sendiri sudah sepekan ini mengalami penurunan.

Harga emas batangan saat ini hanya dibandrol Rp528.000/Gram, padahal sebelumnya tembus pada angka Rp535.000/gram. Kemudian jenis emas 99 persen dari sebelumnya Rp540.000/gram, kini hanya menjadi Rp532.500/gram.

Selanjutnya untuk jenis emas 70 persen, kini hanya Rp390.000/gram, dari sebelumnya mencapai Rp400.000/gram. Terakhir jenis emas 42 persen dari sebelumnya tembus Rp240.000/gram, kini hanya Rp235.000/gram.

“Turunnya memang sedikit demi sedikit. Selain dipengaruhi faktor daya beli, juga karena harga saham emas dunia yang terus merosot,” jelas Ketua Asosiasi Pedagang Emas Pasar Sentral Antasari itu.

Pemilik lain Toko Emas Taisir di Pasar Sentral Antasari, H Gurdan, membenarkan ada kenaikan tren penjualan emas setelah lebaran ini. Biasanya penjualan emas akan didominasi oleh jenis perhiasan ketimbang batangan.

“Kalau di Kalsel kebanyakan masyarakat suka beli emas perhiasan ketimbang batangan. Alasannya karena bisa dipakai untuk aktivitas sehari-hari, berbeda dengan emas batangan yang khusus untuk investasi saja,” pungkasnya.

 

Lihat juga...