Posdaya Darussalam Bangkitkan Semangat Shalawat Al-Banjari

MALANG — Bidang pendidikan khususnya pendidikan kerohanian atau Agama bagi anak-anak dan remaja nampaknya menjadi perhatian khusus bagi Posdaya Darussalam yang berlokasi di Dusun Bareng, Desa Sidomulyo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Hal itu dilakukan mengingat sebelum Posdaya Darussalam terbentuk di tahun 2015, di daerah tersebut masih jarang sekali ditemui aktivitas maupun kegiatan yang berhubungan dengan kerohanian. Selain itu kebanyakan masyarakat di daerah tersebut adalah lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Dulu itu kegiatan anak-anak remaja khususnya di lingkungan sini masih jarang, terutama kegiatan kerohanian masih belum ada. Yang ada hanya sebatas kegiatan olahraga saja seperti voli, sepak bola, dan olahraga lainnya,” ungkap ketua Posdaya Darussalam, Elly Chusmiati kepada Cendana News ketika ditemui di rumahnya beberapa waktu yang lalu.

Setelah terbentuknya posdaya Darussalam, kami bisa membimbing anak-anak remaja yang dulunya sekedar mengikuti kegiatan olahraga, tapi sekarang juga memiliki kegiatan malam yakni Al-Banjari, tandasnya.

Kegiatan shalawat banjari atau yang sering disebut sebagai Al-Banjari merupakan salah satu kegiatan keagamaan yang sekaligus juga mengembangkan seni di dalam Islam. Banjari dipilih karena menurut Elly anak remaja di jaman sekarang tidak sama dengan orang dulu.

Kalau orang dulu mereka akan senang dan merasa ringan untuk mengikuti shalawatan meskipun harus berjalan kaki. Tapi kalau anak sekarang tanpa adanya alunan nada, akan sulit untuk mengarahkan mereka untuk mengikuti shalawatan. Dari situ kemudian Elly bersama dengan anggota Posdaya Darussalam lainnya berinisiatif untuk mengajari mereka shalawat banjari, ucapnya.

Diceritakan Elly, awal mula di aktifkannya kegiatan shalawat banjari, peralatan yang digunakan untuk banjari seperti alat musik rebana masih harus meminjam ke anak-anak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Namun seiring dengan berjalannya waktu, mereka sekarang sudah memiliki sendiri alat-alat untuk Shalawat Al-Banjari.

“Kalau dulu awal-awal peralatannya masih pinjam, Alhamdulillah sekarang sudah punya sendiri alat-alat untuk Banjari. Bahkan sekarang setiap malam Rabu itu banjari kita keliling ke musala-musala secara bergantian, sedangkan malam minggu dari rumah ke rumah,” ujarnya dengan bangga.

Menurutnya, kegiatan banjari bukan hanya membiasakan anak untuk membaca shalawat, tetapi juga mengajarkan kepada anak-anak terkait dengan pemahaman seni di dalam Agama Islam dan cara memainkan alat-alat yang dipakai dalam Shalawat Banjari.

Sementara itu, di dusun Bareng tepatnya di RT.03-RW.01 Desa Sidomulyo, Kecamatan Jabung, sekarang sudah berdiri Taman Pendidikan AL-Qur’an (TPQ) Nurul Huda 2. Di tempat ini anak-anak bisa belajar baca tulis Alquran yang tentunya bisa membawa anak-anak lebih dekat dengan Alquran. Disebutkan kegiatan yang pernah diadakan di TPQ Nurul Huda 2 diantaranya Pentas seni Santri dan Festival anak Sholeh.

Di bidang kewirausahaan, Elly sendiri memiliki keterampilan membuat handicraft, sulam menyulam dan membuat kue yang kemudian ia tularkan ke warga.

“Jadi saya sering memberikan pelatihan ke warga untuk membuat berbagai keterampilan yang gunanya untuk memberdayakan warga agar mereka paling tidak sedikit bisa meningkatkan perekonomiannya. Karena penduduk disini sebagian besar bermata pencaharian sebagai buruh tani khususnya yang perempuan. Sedangkan yang laki-laki kebanyakan sebagai buruh proyek bangunan, tapi ada juga petani dan pegawai negeri sipil,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, melalui Posdaya Darussalam, di tahun 2016 warga Dusun Bareng berhasil mendirikan inovasi Kampung Kelinci dan Jamur. Hingga saat ini setidaknya sudah ada 20 Kepala Keluarga (KK) yang beternak kelinci, dan 49 KK yang telah membudidayakan jamur khususnya jamur tiram.

“Jadi sekarang hampir di setiap rumah warga di daerah tersebut terdapat Kelinci dan Jamur,” pungkasnya.

Sementara itu disebutkan, Posdaya Darussalam merupakan salah satu posdaya binaan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.

 

Lihat juga...