Masyarakat Bersyukur Bukit Soeharto Beri Berkah Rezeki

Editor: Koko Triarko

PONOROGO – Keberadaan objek wisata Bukit Soeharto di Ponorogo, Jawa Timur, diakui menjadi berkah tersendiri bagi warga sekitar Desa Badegan, Ponorogo. 

Sejak diresmikan Yayasan Damandiri pada pertengahan 2021 lalu, objek wisata baru ini terbukti mampu memberikan dampak ekonomi luar biasa bagi masyarakat.

Seperti terlihat pada masa libur Natal dan Tahun Baru kemarin. Ribuan pengunjung membanjiri objek wisata yang berada di pinggir jalan nasional yang menghubungkan kabupaten Wonogiri-Ponorogo.  Hal ini pun membuat ratusan pedagang di kawasan ini mendapatkan keuntungan berlipat.

Manajer Umum KUD Jaya Mandiri Sejahtera Badegan, Wahyu Bintoro, selaku pengelola, bahkan menyebut dagangan para pedagang tak ada satu pun yang tak ludes terjual.

“Pada libur tahun baru kemarin, semua pedagang tersenyum dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Soeharto (alm), karena diberi tempat yang membuat dagangan mereka laris keras,” ungkapnya.

Dari sekitar 60 pedagang resmi yang terdaftar di kawasan objek wisata Bukit Soeharto, (belum termasuk pedagang dadakan), hampir semuanya diserbu pembeli sehingga pendapatan mereka pun meningkat hingga 3 kali lipat lebih.

“Bahkan pada 3 Januari kemarin, banyak pedagang yang mengungkapkan rasa terima kasih denga mendoakan Pak Harto di depan patung beliau. Ini benar-benar terjadi dan saya tidak melebihkan,” katanya.

Sebagai pengelola sekaligus perintis objek wisata Bukit Soeharto, Wahyu sendiri mengaku bersyukur sekaligus terharu melihat kebahagiaan para pedagang yang mayoritas merupakan warga desa Badegan dan sekitarnya tersebut.

Pasalnya, meski setelah sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19 hampir 2 tahun terakhir, kini mereka bisa kembali berdagang dan mendapatkan penghasilan melimpah di lokasi baru, yakni Bukit Soeharto.

“Yang paling membuat saya senang, ketika awalnya dulu mereka semua cerita susah sekali jualan di sini. Tapi, akhirnya mereka percaya tempat ini (objek wisata Bukit Soeharto) merupakan tempat yang luar biasa,” katanya.

“Sejak dulu saya selalu memotivasi mereka agar sabar dan suatu saat pasti akan dapat hikmahnya. Dan ternyata benar, sekarang semua pedagang percaya Pak Harto membuat tempat ini bukan suatu kebetulan, sehingga bisa menjadi berkah buat warga sekitar dan desa kami,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Bukit Soeharto di kawasan perbukitan yang dikelilingi lembah dan sungai, semula hanya sebuah bukit biasa yang masuk kawasan Perhutani. Pada 1978 silam, Presiden Soeharto pernah singgah ke bukit ini untuk melakukan kegiatan penghijauan atau reboisasi yang ditandai dengan pendirian Monumen Soeharto. Sejak itu, bukit ini dinamai Bukit Soeharto.

Sempat terbengkalai dan kurang terawat selama bertahun-tahun, pada sekitar 2019 Yayasan Damandiri yang didirikan oleh HM Soeharto, melakukan penataan kawasan bukit Soeharto ini melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML).

Diresmikan oleh Ketua Yayasan Damandiri, Letjen TNI Purn Soebagyo pada Juni 2021, Bukit Soeharto dijadikan objek wisata keluarga yang menarik, sekaligus menjadi pusat kuliner bagi para pelaku UKM di desa Badegan dan sekitarnya.

Di samping mampu menjadi pengingat generasi saat ini akan sosok Presiden ke 2 RI, HM Soeharto, keberadaan objek wisata Bukit Soeharto ini juga terbukti mampu mengangkat dan mengembangkan potensi wisata serta ekonomi di desa Badegan dan sekitarnya.

Pasalnya meski tergolong baru, Bukit Soeharto ini telah mampu menjadi objek wisata alternatif populer di kabupaten Ponorogo, yang mampu menarik minat ribuan pengunjung.

Lihat juga...