POLDA Metro Tangkap 148 Penipu Asal China
JAKARTA — Tim Gabungan Satuan Petugas Khusus (Satgasus) Kepolisian Daerah Metro Jaya dan Bareskrim Mabes POLRI, mengungkap kasus kejahatan sindikat internasional online fraud di tiga tempat berbeda di wilayah Indonesia.

Polisi meringkus 148 orang berasal dari China dan Taiwan, secara serentak di tiga kota besar, yakni Surabaya, Jakarta dan Bali, pada Sabtu, (29/7), sekitar pukul 17.00 WIB. ” Pengungkapan kasus ini, karena Kepolisian Indonesia bekerjasama dan saling tukar informasi dengan Kepolisian China,” ujar Kabid Humas POLDA Metro Jaya, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, saat konferensi pers di Mapolda, Jakarta Selatan, Senin, (31/7/2017) sore.
Argo menjelaskan, modus operandi para sindikat ini berawal mendapatkan data-data nasabah Bank di China dan Taiwan. Kemudian pelaku menghubungi para korban tersebut dengan menyamar seolah-olah dari instansi penegak hukum.
Untuk memuluskan target korban itu, kata Argo, mereka masing-masing ada yang berperan sebagai polisi, jaksa maupun petugas Bank. Kemudian para pelaku ini membohongi, bahwa korban yang rata-rata pejabat itu sedang diselidiki, karena terkait sebuah kasus pidana.
“Setelah para korban ketakutan, sindikat ini meminta sejumlah uang untuk dikirim ke rekening yang bersangkutan. Tujuannya untuk menghentikan kasus pidana mereka,” ungkap Argo.
Argo mengatakan, saat penyidik kepolisian menginvestigasi beberapa pelaku, mereka mengaku memilih Indonesia sebagai tujuan melakukan kejahatan, karena peraturan yang mengatur mengenai Internet Service Provider (ISP) cenderung lebih longgar.
Selain alasan itu, mereka juga menginginkan Indonesia, karena wilayah kepulauan yang besar, sehingga para pelaku berharap aparat penegak hukum sulit mendeteksi.
Untuk menindaklanjuti jaringan kejahatan tersebut, POLDA Metro masih menelusuri orang-orang Indonesia yang mungkin terkait dengan sindikat kasus ini. “Tindak lanjut yang akan kami lakukan adalah melakukan joint investigation dengan Kepolisian China untuk mengungkap semua kasus tersebut,” tutur Argo.