JAKARTA – Pengamat transportasi Universitas Indonesia (UI), Ellen Sophie Wulan Tangkudung, mengapresiasi kerja keras Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam mengatasi arus mudik Lebaran 1438 Hijriah sehingga tidak terjadi kemacetan parah.
“Masih ada kemacetan, tapi tidak terlalu parah. Menhub juga rajin turun langsung ke lapangan memantau kelancaran penyelenggaraan mudik tahun ini,” kata Ellen di Jakarta, Selasa.
Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) ini mengatakan, koordinasi yang baik antara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama pemangku kepentingan sektor transportasi dan lalu lintas, baik dari pusat sampai daerah sigap bergerak untuk mengatasi potensi kepadatan atau kemacetan saat arus mudik Lebaran 2017.
“Koordinasi sangat baik dalam pelaksanaan Pam Ops Ramadniya 2017 sehingga semua masalah dapat diselesaikan dengan cepat. Ungkapan terima kasih dari hati yang tulus untuk semua pejabat dan jajarannya, petugas, awak media dan di semua lini yang telah bekerja luar biasa dengan semangat yang tak kenal lelah,” tuturnya.
Koordinasi menjadi kata kunci kelancaran mudik Lebaran 2017. Sejak persiapan hingga penyelenggaraan mudik, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melaksanakannya dengan baik.
Petugas/operator tol dalam kota hingga pemerintah daerah (Pemda) juga sangat membantu kelancaran mudik. Khususnya pemda yang infrastruktur jalannya tengah dibangun/diperbaiki dan penanganan pasar tumpah.
“Koordinasi dengan daerah ini perlu dilakukan lebih intens lagi ke depan. Saya melihat masih ada beberapa PKL (pasar tumpah) di Pantura (Nagreg) dan itu belum ditangani secara maksimal,” jelas Ellen.
Anggota Dewan Kehormatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) itu menekankan, keberadaan Dinas Perhubungan Daerah bisa dimaksimalkan lagi dalam menangani pasar tumpah bekerja sama dengan Satpol PP setempat.
Sementara untuk penanganan arus lalu lintas dikoordinir kepolisian selaku komando mudik di lapangan dengan menurunkan personel Polres hingga Polsek.
Untuk moda transportasi laut dan udara, Ellen juga mengapresiasi kinerja para pemangku kepentingan. Di bandara, rata-rata pemudik yang menggunakan pesawat merasa puas karena terbantu dengan infrastruktur yang sudah mendukung.
“Penumpang pesawat itu yang dirasakan bandaranya, kenyamanan selama menunggu, dan itu sudah cukup bagus. Walaupun masih ada ‘delay’, tapi tidak terlalu lama. Di laut juga dikoordinasi baik juga, menterinya juga kan turun langsung,” ucap dia.
Sebagai bahan masukan, Ellen berharap penyelenggaraan mudik mendatang memperhatikan juga masyarakat yang hendak mudik ke luar Jawa. Selama ini gelaran mudik ke Kalimantan, Sulawesi, maupun Sumatera kurang terekspos dengan baik.
“Saudara-saudara kita di luar Jawa perlu diperhatikan. Moda transportasi yang digunakan agar lebih variasi, kapal besar-kecil, agar tidak sampai kelebihan muatan. Untuk transportasi darat, perbanyak penjagaan, marka dan rambu-rambu lalu lintas,” ujarnya. (Ant)