Kepala BKKBN: Keluarga Indonesia Harus Dibentuk Terencana
LAMPUNG — Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Surya Chandra Surapaty menyebutkan, keluarga Indonesia harus terencana, mulai dari jumlah anak cukup dua anak namun sejahtera. Perencanaan dimulai dari masa kehamilan, hingga lanjut usia.
“Perhatian kepada keluarga yang sejahtera tersebut dimulai dari pemberian ASI ekslusif serta menjadi orangtua hebat dan memperhatikan delapan fungsi keluarga meliputi fungsi sosial, cinta kasih, perlindungan, ekonomi, pendidikan, pelestarian, lingkungan, reproduksi,” sebutnya, Jumat (14/7/2017)
Di hadapan ribuan peserta kemah keluarga Indonesia dari puluhan provinsi Indonesia di Bandarlampung, ia mengharapkan, perencanaan keluarga sejahtera akan menjadikan anggota keluarga sebagai generasi emas Indonesia pada tahun 2040-2045.
Surya Chandra Surapaty menyebut ketahanan keluarga Indonesia bukan hanya menjadi tugas BKKBN, melainkan menjadi tugas berbagai pihak di antaranya pemerintah daerah baik provinsi, kabupaten hingga kecamatan termasuk dengan adanya program generasi berencana (Genre).
Disebutkan, pihaknya juga terus melakukan berbagai upaya untuk meberikan pembekalan generasi keluarga terencana, salah satunya dengan peluncuran buku yang membantu keluarga Indonesia dengan metode program asah, asih, asuh.

“Semua peserta kemah keluarga Indonesia mendapatkan buku yang akan diluncurkan pada hari ini dan tolong buku tersebut bisa dijadikan bahan bacaan yang bermutu untuk membentuk karakter keluarga Indonesia menuju generasi emas,” ungkap Surya Chandra Surapaty.
Peluncuran berbagai buku untuk ketahanan keluarga dan pendidikan karakter bagi para orangtua, pemuda dan anak anak tersebut ditandai dengan pelepasan balon diiringi oleh drum band dari sebuah SMP di Bandarlampung.
Ketua BKKBN Surya Chandra Surapaty juga mengimbau kepada seluruh peserta untuk menghargai keberagaman dengan asal peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.