Kapolri Himbau Anggota POLRI Jangan Terlibat Urusan Barang Impor Beresiko Tinggi

JAKARTA — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi M. Tito Karnavian menghimbau sekaligus mengingatkan khususnya kepada seluruh jajaran Anggota POLRI untuk tidak mencoba bermain atau ikut terlibat dalam urusan yang berhubungan dengan masuknya barang-barang impor yang termasuk dalam kategori beresiko tinggi.

Yang dimaksud dengan barang impor beresiko tinggi tersebut kebanyakan adalah merupakan barang-barang selundupan, misalnya seperti barang impor bekas yang masuk ke Indonesia tanpa ijin resmi yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Selain itu juga ada barang impor yang benar-benar baru, namun barang impor tersebut ternyata tidak memenuhi atau belum memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI)

Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Polisi M. Tito Karnavian secara langsung pada saat menggelar konferensi pers usai mengikuti acara Rapat Koordinasi (Rakor) Penertiban Impor Beresiko Tinggi bersama dengan beberapa Kementrian dan Lembaga Pemerintah yang terkait terkait lainnya di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementrian Keuangan, Rawamangun, Jakarta Timur.

Tito sempat meminta komitmen khususnya mulai dari Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) hingga Kepala Kepolisian Resort Pelabuhan di seluruh Indonesia untuk menjaga dan mengawasi agar daerahnya atau wilayahnya tidak dibanjiri masuknya barang-barang impor yang termasuk dalam kategori beresiko tinggi.

Selain itu Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian juga akan melibatkan Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes POLRI untuk melakukan pengawasan internal agar kedepannya tidak akan ada lagi Anggota POLRI yang coba-coba bermain atau membekingi para oknum pengusaha nakal atau para mafia yang biasa mengimpor barang-barang beresiko tinggi dari luar negeri ke Indonesia.

“Saya mengingatkan khususnya kepada seluruh Anggota POLRI tanpa kecuali agar jangan mencoba membekingi apalagi membiarkan begitu saja terkait segala sesuatu yang berhubungan dengan barang-barang impor yang termasuk dalam kategori beresiko tinggi. Saya akan memberikan penghargaan kepada Anggota POLRI yang bekerja secara profesional dan sesuai prosedur. Namun saya juga tidak segan-segan akan memberikan hukuman kepada Anggota POLRI yang terbukti ikut terlibat” tutur di Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Lihat juga...