JSN KAHMI Ajang Satukan Hati di Atas Perbedaan
MALANG – Ribuan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pagi ini memadati jalanan di sekitaran Tugu (alun-alun) bunder Kota Malang untuk mengikuti acara Uklam-uklam Tahes Jalan Sehat Nasional (JSN) keluarga besar alumni HMI.
Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Majelis Wilayah Jawa Timur, Bawon Adhi Yitoni menyampaikan, acara JSN adalah program dari KAHMI Nasional yang pelaksanaannya bekerjasama dengan majelis wilayah dan majelis daerah.
Menurutnya, JSN adalah sebuah kegiatan yang sangat konstruktif untuk dijadikan sebagai wadah konsolidasi di antara KAHMI serta untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan di KAHMI khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya.
“JSN merupakan kegiatan yang murni non politik dan merupakan gerakan budaya lewat jalan sehat,” ucapnya kepada Cendana News, Minggu (30/7/2017).

Tujuan dari agenda JSN adalah untuk konsolidasi semua alumni HMI bersama-sama dengan pemerintah baik pusat maupun daerah untuk merawat Indonesia.
“Untuk itu tema yang kita angkat kali ini adalah Jangan Lelah Merawat Indonesia,” ungkapnya.
Lebih lanjut Bawon menyebutkan bahwa berdasarkan data dari majelis rombongan daerah, ada lebih dari 4.500 peserta hampir 5.000 alumni HMI yang ikut dalam kegiatan JSN Kota Malang. Bahkan menurut Bawon, jumlah tersebut telah memecahkan rekor peserta JSN terbanyak, karena selama ini peserta terbanyak hanya 1.500 orang.
“Ke depan harapan kami tradisi gerakan budaya ini bisa terus berlanjut dan syukur alhamdulillah jika dari kegiatan Jalan Sehat Nasional ini, KAHMI bisa melahirkan gagasan dan ide-ide demi kebaikan bangsa Indonesia ke depan pada umumnya dan KAHMI pada khususnya,” ujarnya.

Disebutkan dalam penyelenggaraan JSN kali ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh Nasional diantaranya Akbar Tanjung dan Mahfud MD.
Sementara itu mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud M.D. mengatakan bahwa berkumpulnya para alumni HMI dalam kegiatan JSN sekaligus sebagai ajang bernostalgia karena dalam acara tersebut hadir berbagai segmen masyarakat yang tercermin di HMI mulai dari pimpinan lembaga daerah, ombudsman, DPR RI, yang dari NU ada, dari Muhammadiyah ada, dari FPI juga ada.
“Semua berkumpul di tempat ini untuk menyatukan hati bahwa di atas perbedaan-perbedaan tersebut ada kesamaan di antara kita yaitu membangun negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila,” ungkapnya.
“Mudah-mudahan setelah acara JSN, kita semua bisa menjadi lebih semangat karena pikiran yang sehat hanya ada di tubuh yang sehat,” pungkasnya.