LAMPUNG — Hingga akhir pekan pada perhitungan selama 24 jam jumlah penumpang yang menyeberang dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni tercatat mencapai 51.432 penumpang hingga Minggu (9/7/2017) pukul 08.00.
Menurut Ahsan Muhtar selaku koordinator data angkutan PT Angkutan Danau Sungai dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Bakauheni jumlah tersebut akan terus bertambah hingga siang ini dengan arus penumpang dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa yang melakukan perjalanan menggunakan kendaraan maupun sebagai penumpang pejalan kaki.
Sebanyak 51.432 penumpang tersebut masih didominasi oleh penumpang di dalam kendaraan dengan jumlah sebanyak 42.328 orang dan penumpang pejalan kaki sebanyak 9.104 orang. Rinciannya, yaitu penumpang pejalan kaki anak anak sebanyak 443 orang dan sebanyak 8.661 penumpang pejalan kaki dewasa.
Selain penumpang pengguna jasa penyeberangan kapal roll on roll off (Roro) menggunakan kendaraan roda dua hingga akhir pekan tercatat sebanyak 1.902 unit kendaraan roda dua.
“Pada akhir pekan ini jumlah penumpang dan kendaraan yang menyeberang masih terlihat banyak meski jumlahnya tak sebanyak dibanding pekan sebelumnya saat masih suasana arus mudik dan balik lebaran, ” ujar Ahsan mendampingi Manager Usaha PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Sugeng Purwono dalam keterangannya kepada Cendana News, Minggu (9/7/2017)
Berkurangnya penumpang dalam kendaraan,penumpang pejalan kaki juga diiringi dengan menurunnya jumlah kendaraan roda empat yang pada akhir pekan ini hanya mencapai 7.634 unit.
Pada pekan sebelumnya sempat mencapai 14.747 unit kendaraan roda empat yang menyeberang dari Pulau Sumatera menuju ke Pulau Jawa. Kendaraan jenis truk menyeberang dari Pulau Sumatera menuju ke Pulau Jawa yang pada pekan sebelumnya mencapai angka 2.001 unit bahkan hanya mencapai 1.578 unit.
Berkurangnya jumlah kendaraan jenis truk yang menyeberang melalui Pelabuhan PT ASDP Cabang Bakauheni menurut Ahsan Muhtar diantaranya faktor sudah beroperasinya pelabuhan PT Bandar Bakau Jaya (BBJ) yang khusus menyeberangkan kendaraan jenis truk dari pelabuhan Muara Piluk menuju ke pelabuhan Bojonegara di Banten.
Pelabuhan dengan fasilitas kapal jenis landing craft tank (LCT) tersebut diprediksi menjadi salah satu penyebab berkurangnya kendaraan jenis truk dari Pulau Sumatera yang akan menyeberang ke Pulau Jawa terutama truk non sembako yang tak harus menyeberang dengan cepat.
Meski angkutan arus mudik dan balik telah berakhir Ahsan Muhtar menyebut pendataan jumlah penumpang dan kendaraan masih akan terus dicatat dari H-10 (15/6) hingga
H+15 (11/7) mendatang atau perhitungan rekapitulasi harian selama 27 hari.
Berdasarkan data selama 23 hari terakhir menurut Ahsan sebanyak 2.847 trip atau perjalanan kapal tercapai melayani lintasan Selat Sunda dengan jumlah kapal roro beroperasi sebanyak 26 hingga 36 kapal perhari dengan sebanyak 6 dermaga dioperasikan.
“Berdasarkan perbandingan tahunan jumlah penumpang,kendaraan roda dua dan roda empat yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa mengalami kenaikan dan juga penurunan,” ungkap Ahsan.
Jumlah penumpang yang diserberangkan dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak pada 2016 sesuai data jumlah hari yang sama selama 27 hari tercatat sebanyak 1.436.501 penumpang sementara pada 2017 tercatat sebanyak 1.415.563 penumpang.
Jumlah kendaraan roda dua pada 2016 tercatat sebanyak 89.181 unit dan pada 2017 tercatat sebanyak 92.864 unit kendaraan roda dua diseberangkan. Kendaraan roda empat pada 2016 sebanyak 189.707 unit dan pada 2017 sebanyak 190.011 unit kendaraan menyeberang dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa.
