Warga Laporkan Keberatan Terkait Penghapusan Subsidi Listrik

RABU, 14 JUNI 2017

BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan menerima dan mencatat keberatan pelanggan atau warga Balikpapan terhadap kebijakan penghapusan subsidi listrik bagi rumah tangga 900 Volt Amper (VA) sejak kebijakan diberlakukan. Keberatan warga langsung didata oleh pihak Kelurahan kemudian diteruskan ke Pemkot Balikpapan.

Asisten II Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Sekkot Balikpapan Sri Soetantinah

Asisten Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Sekkot Balikpapan, Sri Soetantinah mengungkapkan, warga yang keberatan kebijakan penghapusan tersebut dicatat, kemudian disampaikan ke PLN sebagai bahan masukan.

“Beberapa catatan yang menjadi keberatan warga terhadap penghapusan itu sudah diteruskan ke PLN. Nanti PLN yang akan menindaklanjuti ke pusat sebagai bahan masukkan dan dipelajari apa saja keberatannya,” jelasnya saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (14/6/2017).

PLN sejak awal Januari 2017 melakukan penyesuaian tarif listrik hingga bulan Maret, Mei  dan bulan Juni ini. Subsidi hanya diberikan bagi rumah tangga dengan 450 VA.

 “Kalau nggak salah ini yang  keempat. kalau diformatnya Juni ini yang terakhir. Pencabutan subsidi kewenangan pusat, daerah membantu mensosialisasikannya,” ucapnya.

Menurutnya, keberatan warga kemungkinan tidak semua pelanggan atau rumah tanggal 900 VA mampu membayarnya karena otomatis pembayaran tarif listrik juga naik. “Ternyata tidak seluruhnya yang menggunakan 900 itu punya kemampuan membayar non subsidi. Nah itulah yang didata,” tandas perempuan berjilbab.

Upaya yang dilakukan pemerintah agar bayar tarif listrik tidak tinggi, Tantin mengimbau agar warga juga melakukan penghematan energi dengan mematikan lampu yang tidak digunakan dan mencabut kabel listrik setelah tidak digunakan.

Terpisah, salah seorang warga Balikpapan, Hendra mengaku kebijakan penghapusan subsidi sangat memberatkan, karena setiap bulannya tarif listrik yang dibayarkan mengalami kenaikan.

“Kalau tarif naik, seharusnya berbanding lurus pada pelayanan seperti tidak byarpet dan memperbaiki pelayanan,” ujarnya.[Ferry Cahyanti / ME. Bijo Dirajo / Foto : Ferry Cahyanti]
Source: CendanaNews

Lihat juga...