Terkait KLB Hama Belalang, Pemda Sumba Timur Surati Mentan

WAINGAPU – Setelah penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat serangan hama belalang Kembara oleh Bupati Sumba Timur, Rabu (14/6/2017), Pemda Sumba Timur menyurati Menteri Pertanian RI meminta bantuan untuk mengatasi hama belalalang.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Sumba Timur Johanis Hiwa Wunu saat dihubungi Cendana News, Jumat (23/6/2017), siang.

Dikatakan Johanis, surat yang dikirim ke Menteri Pertanian RI melalui Gubernur NTT tersebut, juga dikirimkan kepada Menteri Sosial, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional serta Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk meminta bantuan.

“Bupati juga mengirimkan surat ke rektor IPB untuk meminta para ahli di kampus tersebut datang ke Sumba Timur mengambil sampel belalang untuk diperiksa,” sebutnya.

Sampel belalang tersebut diharapkan dibawa untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium milik IPB dan dilakukan penelitian sehingga diharapkan bisa ditemukan obat pembasmi hama belalang Kembara yang ramah lingkungan.

“Selama ini kami hanya menggunakan pestisida saja dengan cara melakukan penyemprotan pada malam hari di tempat-tempat yang diserang hama belalalng,” terangnya.

Kementrian Pertanian RI, lanjut Johanis, sudah merespon permintaan Pemda Sumba Timur dimana sedang dikirim 15 unit alat mist blower melalui ekspedisi dan diharapkan bisa tiba dalam waktu dekat agar bisa segera dipergunakan.sedangkan dari Dinas Pertanian NTT sudah membantu 1 power strayer serta 100 sachet convidor.

“Hama belalang menyerang 2 hektar tanaman padi dan dampak di tanaman pertanian kurang sebab petani sudah selesai panen tetapi banyak pepohonan dan rumput sebagai pakan ternak yang diserang,” tegasnya.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Sumba Timur, Johanis Hiwa Wunu. Foto: Ebed de Rosary.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTT, Yohanis Tay, secara terpisah mengatakan, jumlah pestisida yang tersedia di Kabupaten Sumba Timur yakni pestisida Confidor sebanyak 30 kilogram serta Fokker 820 kilogram.

Sementara peralatan untuk mengatasi hama belalang yang ada di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikulturan Sumba Timur meliputi  mist blower 20 unit dan hand sprayer 140 unit.

“Kami juga telah menyalurkan pestisida Confidor sebanyak 100 sachet atau 100 gram untuk membantu sementara mengatasi hama belalalng tersebut,” pungkasnya.

Lihat juga...