Sumbar Berupaya Jadi Sentra Bawang Merah

JUMAT, 16 JUNI 2017

PADANG — Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumbar, Candra mengatakan, saat ini Pemprov tengah mengupayakan perluasan lahan kebun bawang merah. Saat ini, per haktare menghasilkan 15 ribu ton bawang merah tiap tahunnya.

Petani bawang di Kabupaten Solok

“Dari hitungan kita, produksi bawang merah di Sumbar mencapai 72 ribu ton, jumlah produksi itu melebihi (surplus) kebutuhan yang hanya 30 ribu ton per tahunnya,” katanya, Jumat (16/6/2017).

Candra menjelaskan, untuk sisa dari produki bawang yakni 42 ribu ton bawang merah dikirim ke luar daerah, seperti ke Karamat Jati, Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi, dengan jumlah 200 ton tiap harinya dikirim ke daerah tersebut.

Kondisi demikian, Kementerian Pertanian berharap kepada Sumbar agar menjadi sentra bawang merah di Sumatera.

“Jadi Kementrian Pertanian telah menyampaikan keinginan agar Sumbar menjadi sentra bawang putih untuk di Sumatera. Tentunya hal itu segera kita akan penuhi, dengan cara terus menambah luas lahan perkebunan bawang merah,” ujarnya.

Ke depan, lahan perkebunan bawang merah di Sumbar akan bertambah seluas 250 ha dari lahan yang ada saat ini hampir mencapai 10 ribu haktare perkebunan bawang merah. Namun, kata Candra, untuk menambahan lahan itu akan dilakukan secara bertahap, yakni untuk tahun 2018 lahan perkebunan bawang merah di Sumbar seluas 59 haktare.

Ia menyebutkan, di Sumbar tidak semua daerah yang memiliki perkebunan bawang merahnya. Saat ini yang ada di Kabupaten Solok di tiga kecamatan, lalu juga ada di Kabupaten Tanah Datar, Padang Pariaman, dan di Kabupaten Pesisir Selatan.

Sementara, untuk sisi harga bawang merah ditingkat petani, Candra mengaku saat harga bawang anjlok yakni hanya Rp10.000 per kilogramnya, sedangkan yang dijual dipasar mulai dari Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogramnya.

Menurutnya, jika nanti Sumbar benar benar telah bisa menjadi sentra bawang merah di Sumatera, perekonomian bakal ikut membaik, karena setiap bawang yang ditanam petani bisa menghasilkan uang.

Ditempat terpisah, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan untuk meningkatkan produksi petani bawang, salah satu yang bisa dilakukan ialah dengan cara menggunakan mesin sebagai pendukung pertanian. Hal tersebut akan mampu untuk mempercepat kinerja petani, sehingga hasil yang didapatkan lebih maksimal.

“Tidak hanya itu kita harapkan agar petani bawang menggunakan bibit dan pupuk yang telah disarankan oleh instansi terkait. Karena, pemerintah turut membantu petani supaya tumbuh dan menghasilkan bawang yang bagus,” ujarnya.[Muhammad Noli Hendra / ME. Bijo Dirajo / Foto: Muhammad Noli Hendra]
Source: CendanaNews

Lihat juga...