KAMIS, 15 JUNI 2017
MALANG — Guna menyongsong terwujudnya Indonesia Emas di 2045, Agus Harimurti Yudhoyono menekankan pentingnya peran generasi muda.
![]() |
| Agus Harimurti Yudhoyono |
Menurut Agus, generasi muda harus memiliki semangat pantang menyerah, ‘menang tidak terbang, kalah tidak patah’. Jangan pernah takut dan ragu untuk berbuat demi kebaikan dan kemajuan, walaupun harus menghadapi berbagai resiko maupun konsekuensi yang tidak ringan,” katanya, di Kota Malang, Rabu (14/6/2017), malam.
Agus mengatakan lagi, generasi muda harus memiliki jiwa kesatria dan kematangan dalam sebuah kepribadian, dan itulah karakter yang unggul. Saat berjuang, harus berjuang mati-matian, tidak ada kata menyerah sebelum berakhir. Tapi, ketika belum berhasil, segera intropeksi diri dan move on. Jangan pernah patah arang.
Selain itu, kata Agus, generasi muda juga harus memiliki kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin. Kepemimpinan adalah ilmu dan seni, bisa dipelajari tapi lebih banyak dipraktekkan, karena setiap situasi maupun permasalahan membutuhkan pemimpin dan cara yang berbeda-beda.
Di tengah-tengah seriusnya belajar, hendaknya para generasi muda harus juga belajar berorganisasi untuk belajar memimpin. Belajar dari buku itu penting, tapi belajar memimpin itu selamanya. Karenanya, generasi muda harus mulai belajar memimpin. Dimulai dengan memimpin diri sendiri, lingkungan sekitar, baru memimpin organisasi maupun masyarakat yang lebih luas lagi, sehingga kelak bisa menjadi pemimpin yang unggul di masa depan, dan menjadi agen perubahan yang siap menyongsong mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Saya juga punya kepentingan dan harapan besar, agar bisa bersama-sama menyiapkan generasi muda, karena jika muda-mudi sukses dalam karier maupun kehidupan, maka kami bisa tenang karena Indonesia telah dipimpin dan diawaki oleh orang-orang yang hebat dan berkualitas,” tandasnya.
Agus berharap, anak muda juga harus menjadi warga negara yang bertanggungjawab, yang bisa menggunakan hak politiknya secara beretika dan bertanggungjawab, sehingga demokrasi di Indonesia bisa semakin matang. (Agus Nurchaliq/Koko Triarko/ Foto: Agus Nurchaliq)
Source: CendanaNews
