Peredaran Beras dan Minyak Goreng Palsu, Marak

KAMIS, 15 JUNI 2017

JAYAPURA — Satuan Tugas (Satgas) Pangan temukan sepuluh jenis beras juga minyak goreng palsu di bulan suci Ramadan dan jelang hari raya Idul Fitri 1438 Hijriyah. Satgas tersebut telah menetapkan tiga pedagang sebagai tersangka.

Kepala Satgas Pangan Papua, Edi Swasono.

“Tiga tersangka memperdagangkan palsu dagangan yang tak memiliki ijin Balai POM menjual minyak goreng merek Mubarok total semuanya 1.158 karton terisi 2.084 liter, juga ada produk kacang tanah impor tak ada SNI dan Balai POM,” kata Kepala Satgas Pangan Papua, Edi Swasono, Kamis (15/6/2017).

Ia juga mengungkapkan terdapat 10 merek beras palsu masing-masing merek 4 mata, Tomat, Pak Tani Setra, Ikan Lumba-lumba, Jagung Mas, Ikan Arwana, Ikan lele Super, Cenderawasih dan beras Dua Jago.

“Ini kondisi sebenarnya sudah hitam dan diproduksi ulang menjadi putih lagi. Kemarin kami dapatkan di Pasar Youtefa, ini untuk pedagang besar nih mereka punya gudang besar. Untuk distribusi ke mana masih kami dalami,” tuturnya.

Dalam pengungkapan tersebut, Satgas Pangan Papua enggan memberikan identitas pelaku lantaran masih dalam pengembangan lebih lanjut. Ditegaskan Edi, ketiga pedagang besar ini telah melanggar pasal 142 Undang-undang nomor 12 tahun 2012.

“Jadi kebijakan baru pemerintah jelang Lebaran Idul Fitri, Satgas cukup efektif dan dapat merasakan sudah tak terjadi lonjakan harga bahan pokok yang sangat memberatkan masyarakat,” demikian ditegaskan Edi yang juga anggota kepolisian satuan Direktorat Reskrim Khusus Polda Papua itu.

Salah satu beras yang diduga palsu dengan nama Cenderawasih tersebut diproduksi dari Malang, Jawa Timur. Sementara terdapat beras dengan nama Cenderawasih Mas yang disebar oleh Bulog memang ada beras merek Cenderawasih dari Malang, tapi yang disebarkan bulog di Papua yaitu Cenderawasih Mas asli produk lokal.

Bolu, perwakilan Bulog Divisi Regional Papua dan Papua Barat mengatakan perbedaan beras palsu Cenderwasih dan Cenderawasih Mas beras yang disebar oleh Bulog Papua dan Papua Barat terdapat logo Bulog di beras. “Ciri-ciri beras Cenderawasih tak ada logo bulog, sementara Cenderawasih Mas ada logo Bulog, jadi masyarakat jangan sampai terkecoh,” kata Bolu.

Perwakilan Bulog Divisi Regional Papua dan Papua Barat, Bolu (depan ujung kiri).

Di kesempatan itu, ia menambahkan, Bulog telah meminta ke pusat sebanyak 22 ton bawang putih dan akan tiba di Jayapura, Jumat (16/6/2017). Nantinya akan disebar ke kabupaten lain. Sementara 14 ton jenis yang sama direncanakan tiba tepat hari raya Idul Fitri.

“Tapi kami minta diundur karena hari tersebut aktivitas pelabuhan dan pasar-pasar tak ada karena hari raya. Sampai saat ini bawang putih sudah sampai ke konsumen dengan harga Rp30 ribu per kilogram,” ujarnya [Indrayadi T Hatta/ Satmoko/ Foto: Indrayadi T Hatta]

Source: CendanaNews

Lihat juga...