Karmiati Shock Rumahnya Ludes Akibat Kebakaran SPBU Katibung
LAMPUNG—Akibat kebakaran pasca kecelakaan lalulintas truk pengangkut bahan bakar di stasiun bahan bakar umum di Dusun Tanjung Jaya Kecamatan Katibung Lampung Selatan membuat rumah berikut warung milik Karmiati (55) dan sang suami Aryanto (61) selaku pemilik warung Magelang menjadi korban.
Rumah beserta isinya menurut Karmiati ludes terbakar tanpa ada yang bisa diselamatkan akibat lelehan bahan bakar yang mengalir terbakar melalui sungai di samping rumah yang mereka tinggal dan merembet membakar rumah panggung terbuat dari papan di Jalan Lintas Sumatera tersebut.
Karmiati menyebut saat itu dirinya tengah istirahat di rumah tersebut bersama sang suami sementara anak dan cucunya sedang berlebaran di Kecamatan Sidomulyo dan ia sempat mendengar suara ledakan dari kejauhan di dekat SPBU.
Ia segera keluar dari rumah setelah warga lain memberitahu rumahnya yang ikut terbakar sehingga tak sempat menyelamatkan barang barang di dalam rumah di antaranya kendaraan roda dua, genset,perabotan rumah tangga,uang tunai, BPKB motor, pakaian serta peralatan lain di dalam rumah termasuk stok barang dagangan yang nilainya cukup besar.
“Nilai kerugian pastinya sangat besar karena selain uang tunai barang barang elektronik,rumah dan seisinya tak bisa diselamatkan karena saya langsung menyelamatkan diri bahkan sempat akan mengambil kunci motor dilarang warga,” terang Karmiati saat ditemui Cendana News di Kecamatan Katibung Lampung Selatan, Minggu malam (25/6/2017).
Ia menyebut rumah usaha yang diakuinya menjadi tempat usaha miliknya sejak belasan tahun silam tersebut kini hanya menyisakan puing puing sementara dirinya dan sang suami langsung mengungsi di rumah Harjo Suwito sang ayah yang berjarak puluhan meter dari lokasi rumah yang terbakar.
Sang suami,Aryanto bahkan mengaku dirinya baru saja membeli barang barang keperluan untuk warung miliknya untuk dijual dalam arus mudik dan arus balik baik makanan maupun minuman ringan yang disediakan bagi para pemudik.
Laki laki asal Magelang Jawa Tengah menyebut kobaran api yang merembet dari sungai akibat bahan bakar yang terbakar dan mengalir di sungai tersebut persis seperti lelehan lahar panas yang terjadi saat Gunung Merapi meletus.
“Jujur saya masih trauma karena lelehan api yang ada di samping rumah dan membakar rumah saya persis seperti lahar panas dampak letusan Gunung Merapi,” terangnya.
Ia bahkan sempat tak percaya musibah yang menimpa rumah yang hangus ludes terbakar tersebut terjadi pada saat Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah hari pertama dan lokasi kecelakaan lalu lintas akibat tanki terbakar lokasinya jauh dari rumahnya.
Meski lokasi truk tanki terbakar cukup jauh namun ia menyebut aliran bahan bakar yang telah terbakar merembet dengan sangat cepat menyambar rumah tempat usaha warung yang terbuat dari papan tersebut.
Hingga malam hari sebagian tetangga yang tinggal di dekat rumah terus berdatangan untuk menunjukan simpati atas musibah yang dialami oleh Karmiati dan sang suaminya. Kondisi rumah yang ludes terbakar membuat dirinya dan sang keluarga sementara waktu mengungsi.