Harga dan Ketersediaan Kebutuhan Pokok Masyarakat Relatif Stabil
JAKARTA — Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia, Engartiasto Lukita memastikan, hingga H-3 Lebaran Hari Raya Idul Fitri 2017, hampir semua harga dan juga stok berbagai macam kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia dapat dikatakan aman dan stabil.
“Bahkan ada beberapa kebutuhan pokok diantaranya seperti beras dan gula stoknya bisa dikatakan sangat melimpah, cukup hingga 2 bulan ke depan,” sebut Enggartiasto Lukita saat jumpa pers terkait dengan perkembangan terkini mengenai harga-harga bahan pangan atau kebutuhan pokok masyarakat di Kantor Kementrian Perdagangan (Kemendag), Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (22/6/2017).
Disebutkan juga, minyak goreng, bawang putih, bawang merah, daging ayam, telur ayam, daging sapi segar, daging sapi atau daging kerbau beku secara umum masih sangat terkendali dan stoknya mencukupi hingga memasuki Lebaran atau bahkan setelah Lebaran 2017.
Selain itu, ia juga memastikan Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang diketuai langsung oleh Kapolri Jendral M. Tito Karnavian bekerja di lapangan selama 24 jam. Apabila terjadi sesuatu terkait dengan lonjakan kenaikan harga dan berkurangnya stok pasokan maka mereka akan langsung turun ke lapangan dan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk segera mengambil tindakan yang cepat dan tepat.
“Kita pastikan secara nasional sangat aman dan stabil, saya sudah turun mengecek langsung ke lapangan bagaimana perkembangannya terutama pada H-3 Lebaran,” katanya.
Enggartiasto Lukita juga berpesan, apabila pergi ke pasar tradisional usahakan selalu tawar-menawar dengan penjual sebelum memutuskan untuk membeli suatu keperluan. Jadi konsumen atau pembeli jangan diam saja kalau ada pedagang atau penjual yang menjual barang dagangannya lebih mahal daripada biasanya.
“Saya sekali lagi mengimbau kepada pembeli atau konsumen jika sekiranya pergi ke pasar untuk membeli aneka kebutuhan pokok atau kentungan lainnya jangan segan-segan untuk menawar jika memang harga yang dijual oleh pedagang atau penjual dirasa lebih mahal dibandingkan dengan harga biasanya,” pungkasnya.