Dilarang Potong Ternak Betina Produktif

RABU, 14 JUNI 2017

PADANG — Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumatera Barat (Sumbar), Erinaldi, mengatakan ,Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, telah mendatangi Sumbar sebagai bentuk tindak lanjut dari MoU Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan Polri (Baharkam) tentang Pengendalian Pemotongan Ternak Betina Produktif.

Kadisnakeswan Sumbar, Erinaldi.

Ia menjelaskan, alasan turunnya Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan ke Sumbar, karena Sumbar sendiri masuk dari 17 provinsi di Indonesia yang perlu untuk dilakukan pencegahan pemotongan sapi betina produktif, karena dinilai sebagai salah satu provinsi yang memiliki lumbung produksi daging.

“Di Sumbar memang ada ditemukan pemotongan sapi betina di rumah potong hewan (RPH). Jadi, dengan adanya sosialisasi dari kementerian ini, ke depan tentu kita larang agar tidak lagi motong sapi betina, baik di RPH maupun di tengah masyarakat,” katanya, Rabu (14/6/2017).

Erinaldi juga menyebutkan, saat ini Sumbar termasuk 10 besar lumbung ternak di Indonesia sehingga perlu disiapkan dari sekarang terkait kebutuhan daging dan mensejahterakan petani.

Menurut Erinaldi, meskipun ada pihak yang menilai sapi betina yang tidak produktif lebih baik dipotong, ketimbang memelihara, dikatakannya sebenarnya ada cara supaya sapi betina yang tidak produktif bisa dibuat produktif. Yakni dengan diberikan obat. Kondisi di Sumbar saat ini dari populasi sapi yang ada sebanyak 40% adalah sapi betina produktif.

Sementara itu, Dirbinmas Polda Sumbar, Kombespol Nasrun Fahmi, menambahkan, Polda Sumbar siap membantu menyukseskan program tersebut, mulai dari Binmas Polda, Polsek hingga Babinkamtibmas.

“Untuk di Sumbar kita memiliki 840 anggota Polri/Babinkamtibmas yang tersebar pada 1160 kelurahan dan desa. Jadi pengawasan yang dilakukan semaksimal mungkin, karena keberadaan kami ada di setiap kelurahan dan desa,” tegasnya. {Muhammad Noli Hendra / Satmoko / Foto: Muhammad Noli Hendra}
Source: CendanaNews

Lihat juga...