SABTU, 29 APRIL 2017
BREBES — Bagi para penggemar minuman hangat berbahan dasar rempah-rempah, tentu tidak asing lagi saat mendengar wedang ronde. Minuman hangat enak, dan bikin segar serta mampu menegakkan tenggorokan ini berasal dari daerah istimewa Yogyakarta. Tapi perkembangan nya, wedang ronde juga kerap dijumpai di berbagai daerah di antaranya Bumiayu Kabupaten Brebes.
![]() |
| Rizal sedang melayani Ahmad dan istrinya. |
Wedang ronde di Bumiayu sendiri mempunyai resep khas yang mungkin tidak sama dengan resep aslinya di Yogyakarta. Menurut Rizal (28) penjual wedang ronde ini mengatakan bahwa bahan untuk membuat wedang ronde ini antara lain jahe, daun salam, serai, kembang pacar, roti, gula, kacang tanah. Ronde nya sendiri yang terbuat dari adonan tepung ketan dibentuk bulat-bulat dan di dalamnya ada isian kacang tanah.
“Cara membuat wedang ronde ini pertama-tama, jahe dibakar. setelah itu rebus air hingga mendidih, baru setelah itu jahe, daun pandan, serai, salam dan kamijara dimasukan ke dalam air yang telah mendidih tadi secara bersama-sama dalam satu ikatan.”
Rizal juga menambahkan, daun pandan yang ada berguna agar wedang ronde ini mempunyai bau harum pandan yang khas, kamijara dan jahe bermanfaat untuk menghangatkan tubuh dan melegakan tenggorokan serta meringankan gejala flu atau pilek.
Sedangkan kacang tanah yang telah disangrai, akan memberikan rasa gurih tersendiri, dan paduan kembang pacar, roti dan susu akan memberikan rasa manis dan sedikit mengenyangkan. Dan yang paling enak, serta lembut dinikmati adalah rondenya, karena saat digigit, bulatan tepung ketan tersebut seolah lumer dilidah, dengan rasa manis dan gurih saat menggigit kacang didalamnya.
Biasanya, jika cuaca dingin atau musim hujan banyak orang yang berbondong-bondong mencari minuman hangat ini. Apalagi sekitar jalur Bumiayu ini, baru ada satu minuman wedang ronde. Karena memang sudah sangat jarang masyarakat yang menggeluti usaha wedang ronde atau minuman khas rempah lainnya.
“Selain itu, wedang ronde kami juga ternyata cukup disukai masyarakat sekitar, katanya mereka rondenya enak, dan hangat ditubuh,” kata Rizal pada Cendana News, Sabtu ( 29/4/2017).
Rizal juga menambahkan bahwa proses penyajian wedang ronde ini mempunyai takaran tertentu agar rasanya tetap terjaga. Seperti satu mangkok wedang ronde diisi dengan satu setengah centong air jahe, tiga buah ronde, satu sendok kacang tanah yang telah disangrai, roti, gula, susu, dan satu sendok kembang pacar.
Menurut Rizal, ketepatan takaran akan menghasilkan rasa yang khas di lidah, serta bisa membuat tubuh menjadi hangat karena rempahnya pas.
Dalam menjajakan wedang ronde nya, Rizal hanya menggunakan gerobak kaki lima yang biasa mangkal di perempatan Jati Sawit, Jalan Raya Bumiayu-Purwokerto mulai pukul 18.30-24.00 WIB. Setiap hari tidak kurang dari lima puluh mangkok wedang ronde ini dinikmati oleh pengunjung dengan harga yang cukup murah cuma Rp6.000 saja.
Ahmad (45) mengaku sering menikmati wedang ronde buatan Rizal ini bareng istri. Kemudian membawa beberapa bungkus juga untuk dinikmati bersama keluarga yang lain di rumah.
“Biasanya saya sering menikmati wedang ronde jika tubuh terasa dingin, terlebih lagi seperti beberapa hari ini yang hampir setiap hari hujan. Saya selalu mengajak istri untuk minum wedang ronde untuk menghangatkan badan dan memelihara kondisi tubuh agar tetap fit.”
![]() |
| Wedang Ronde Bumiayu |
Jurnalis: Adi Purwanto/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Adi Purwanto
Source: CendanaNews

