PLBN Skouw, Spot Wisata Bangsa di Perbatasan RI-PNG

SABTU, 29 APRIL 2017

JAYAPURA — Lonjakan grafik wisatawan domestik terus naik di Pos Lontas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua yang berbatasan langsung dengan Negara Papua New Guinea (PNG). Berikut Pantauan langsung Cendana News sejak siang hingga petang, Sabtu (29/4/2017).

Suasana pengunjung di haalaman depan PLBN Terpadu Skouw, Kota Jayapura, Papua.

Megahnya bangunan ini membuat kapasitas parkiran kendaraan roda empat pengunjung tak mencukupi hingga memarkirkan kendaraannya di bibir ruas jalan cek poin satu gedung tersebut, ditambah lagi hari Sabtu adalah hari pasar. Pasar Skouw ini biasanya dibuka setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu.

Dari data yang ada di Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif 122 Tombak Sakti sebgai pos pertama sebelum masuk ke areal PLBN Terpadu Skouw ini, tercatat diluar hari pasar setelah gedung tersebut selesai dibangun, pengunjung mencapai 300-500.

Berbeda saat dibukanya Pasar Skouw, pengunjung bisa mencapai ribuan mulai dari wisawatan domestic bahkan pengunjung dari Negara tetangga PNG. Wajah teras Negara Indonesia yang semakin menawan ini membuat siapa saja yang datang, selalu mengabadikan momen-momen mereka.

Saat Anda berkunjung ke lokasi ini, pandangan pertama akan mengarah pada keramaian di Pasar Skouw sebelah kiri ruas jalan utama sebelum Markas Komando Taktis (Makotis) Satgas Pamtas RI-PNG 122/TS dengan jarak sekitar 150 meter.

Setelah itu anda pastinya langsuung melihat megahnya gedung PLBN Terpadu Souw yang dibalut kaca dengan hiasan motif Tangfa salah satu suku pesisir di perbatasan RI-PNG. Tulisan ‘SKOUW’ berwarna merah dengan tinggi kurang lebih satu kali setengah meter itu membuat diri Anda untuk mendekat dan berpose bersama keluarga maupun rekan-rekan.

Tak hanya itu, terdapat taman bungan dan hiasan taman lainnya dihalaman depan kantor PLBN ini. Untuk melalui gedung ini pengunjung harus diperiksa secara ketat melalui alat pendeteksi dan ultra sinar X-Ray demi menjaga keamanan diri Anda sendiri maupun pengunjung lainnya.

Berhasil tembus kehalaman belakang gedung, Anda semakin terpesona dengan luasnya taman serta terdapat patung Garuda Pancasila raksasa berukuran sekitar 2,5 x 1,5 meter, sontak niat berpose akan muncul kembali. Pandangan mata kearah depan di ujung 200 meter Anda akan melihat area netral batas antara dua Negara RI dan PNG.

Suasana halaman belakang PLBN Terpadu  Skouw sebagai teras depan Negara RI yang dipenuhi pengunjung.

Banyak spot-spot menarik yang Anda temukan di areal ini, untuk mempersingkat bacaan anda, media ini menyarankan anda dapat datang melihat, merasakan, serta menggali keingintahuan anda dilokasi ini.

Salah satu perwira Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif 122 Tombak Sakti, Letnan Satu CHK Wira Hariyono mengakui lonjaknya pengunjung tiap harinya, sejak berdirinya gedung megah PLBN Skouw.

“Parkiran bisa padat hingga cek poin pertama hingga tempat pakiran mobil tak mencukupi. Pengunjung hari biasa mencapai 300-400 pengunjung bedatangan secara bergantian,” kata Lettu CHK Wira Hariyono.

Pada hari pasar yakni Selasa, Kamis dan Sabtu, pengunjung melonjak lebih tinggi bahkan bisa lebih dari 1.500 pengunjung. Untukk hari biasa terhitung dari pagi pukul 09.00 WIT hingga ditutupnya pintu gerbang pukul 16.00 WIT, pengunjung bisa sampai 500 pengunjung.

“Sekitar 800 hingga ribuan pengunjung, kalau hari pasar. Yang paling banyakk saat hari libur seperti hari Minggu, bisa melonjakjauh sekali 3 kali lipat dari hari pasar,” ungkapkanya.

Hingga kini, staf dan securiti dari PT. Angkasa Pura melakukan penjagaan mulai dari pengawasan pengunjung hingga kebersihan lokasi PBLN. Untuk aparat TNI Polri seekali melakukan patroli guna memantau hal-hal yang diinginkan.

Rosita Anggreini Handayani, salah satu pengunjung yang begitu terpesona melihat bangunan megah diteras Negara Indonesia itu tak henti-hentinya mengapresiasikan ide dari Pemerintah Indonesia akan pembangunan tersebut.

“Saya juga sempat lihat desain PLBN di Kalbar, di sana ada juga patung burung Garuda Pancasila dan sama persis dengan PLBN Skouw ini. Sungguh cantik sekali perbatasan kita ini, pasti mengundang turis asing,” kata Yani sapaan  akrabnya.

Namun, pesonanya  itu sedikit terhambat dengan pertanyaan kapan diresmikan gedung PLBN Skouw yang menjadi wajah perbatasan Indonesia yang terbilang keren.

“Indonesia begitu indah, ditambah dengan gedung pos perbatasan ini. maka menunjukkan betapa gagahnya negara kita,” ujarnya.

Terdapat 7 (Tujuh) PLBN yang dibangun Pemerintah Indonesia untuk mengangkat daerah masing-masing, antara lain provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu PLBN Terpadu Motaain di Kabupaten Belu, PLBN Terpadu Motamasin di Kabupaten Malaka, PLBN Terpadu Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara.

Ke-empat berada di Kalimantan Barat (Kalbar) PLBN Terpadu Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu dan PLBN Terpadu Aruk di Kabupaten Sambas, di Kalimantan Timur (Kaltim) PLBN Terpadu Entikong tepatnya di Kabupaten Sanggau dan ke-Tujuh PLBN Terpadu Skouw, di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Jurnalis: Indrayadi T Hatta/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Indrayadi T Hatta
Source: CendanaNews

Lihat juga...