Mujiyem Punya Homestay Nyaman Berkat Program Desa Mandiri

MINGGU, 30 APRIL 2017
 
YOGYAKARTA —-  Sambil turut membangun pariwisata daerah, Yayasan Damandiri memberdayakan warga kurang mampu di Desa Argomulyo, Sedayu, Bantul.  Caranya melalui Program Desa Mandiri Lestari sebanyak 10 rumah direnovasi menjadi homestay

Mujiyem dan rumahnya yang kini dimanfaatkan sebagai homestay.

Rumah serdehana yang “disulap” menjadi homestay itu tersebar di dua dusun, Kemusuk Lor dan Kemusuk Kidul. Yayasan Damandiri tidak saja membantu merenovasi, tetapi juga pemasarannya dengan cara online melalui website www.homestaykemusukjogja.com.

Mujiyem (53) adalah salah satu pemilik rumah yang menjadi homestay tersebut. Janda tiga anak ini sehari-hari bekerja sebagai buruh tani serabutan dengan penghasilan kecil.

Dia sangat bersyukur dengan adanya program Desa Mandiri Lestari yang dijalankan Yayasan Damandiri. Berkat adanya program tersebut, bangunan rumah miliknya yang selama ini belum jadi, bisa dimanfaatkan untuk menambah penghasilan.

“Awalnya dulu rumah ini belum dimanfaatkan karena belum jadi. Lalu ada tawaran dari Yayasan Damandiri. Saya setuju dan langsung mengajukan permohonan renovasi ke kelurahan. Alasanya karena dengan dibuat menjadi homestay tentu akan bisa menambah pemasukan,” ungkapnya.

Bangunan rumah berukuran 6 x 6 meter persegi milik Mujiyem, yang awalnya hanya ber tembok batu bata dan beralas tanah. Ketikan disulap menjadi homestay yang cukup nyaman, rumah itu berlantai keramik.

Homestay milik Mujiyem dilengkapi dua kamar tidur, dengan dua springbed dan satu kamar mandi bertoilet duduk. Sebuah taman sederhana juga nampak menghiasi halaman depan homestay tersebut.

“Setelah menjadi homestay, rumah ini tidak boleh ditinggali. Jadi khusus ditinggali tamu saja. Soal pemasaran bagaimana mendatangkan tamu, kita tidak menangani, karena itu semua sudah dijalankan oleh koperasi. Kita tinggal menerima saja,” jelasnya.

Selama proses renovasi, Mujiyem mengaku tidak dipungut biaya sedikit pun. Semua dilakukan dan ditanggung oleh pihak Yayasan Damandiri. Sementara untuk pembagian hasil homestay sendiri, Mujiyem mengaku belum mengetahui rincian secara pasti.

Namun berdasarkan informasi yang ia dapat, 90 persen pemasukan masuk ke kas pribadinya, sedangkan 10 persen masuk ke koperasi.

“Ini baru mulai dibangun sekitar sebulan lalu, jadi sampai saat ini belum ada tamu,” katanya.

Mujiyem sendiri berharap ke depan akan semakin banyak wisatawan yang datang ke desanya. Selain menikmati potensi wisata yang ada seperti Museum Memorial Soeharto, wisata karst tubing, kuliner jamu tradisional, kesenian tari,  dan karawitan.

Wisatawan diharapkan juga dapat tinggal dan menginap di sejumlah homestay yang telah dibangun. Dengan begitu warga desa, termasuk dirinya bisa mendapatkan penghasilan tambahan.

“Mudah-mudahan bisa segera berjalan, dan banyak pengunjung yang menginap di sini” katanya.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Jatmika H Kusmargana
Source: CendanaNews

Lihat juga...