MINGGU, 30 APRIL 2017
JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Joko Widodo beberapa jam yang lalu diberitakan telah tiba di Hongkong. Agenda utama kunjungan Presiden ke Hongkong tersebut dalam rangka melakukan pertemuan dengan pekerja atau buruh migran atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang selama telah bekerja di sana.
![]() |
| Nursalim (kiri) saat acara jumpa pers di Kantor LBH Jakarta. |
Menurut data dan informasi yang berhasil dihimpun Cendana News dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) sejak Januari hingga Maret 2017 sedikitnya BNP2TKI telah menempatkan sekitar 50 ribu orang.
Mereka tersebar di berbagai negara tujuan TKI di luar negeri. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah atau meningkat hingga akhir 2017.
Menurut keterangan Nursalim, dari Migran Institute, meskipun jumlah dan penempatan TKI di luar negeri setiap tahunnya terus bertambah, sayangnya tidak diikuti peningkatan pelayanan.
Masih banyak ditemukan permasalahan terkait dengan tata cara dan pengelolaan sebagian besar migran atau TKI yang bekerja di luar negeri bisa dikatakan masih jauh dari apa yang diharapkan.
“Diperlukan perombakan total terkait dengan tata kelola migrasi untuk memberikan perlindungan terhadap para buruh migran atau TKI kita yang bekerja di luar negeri, khususnya di Hongkong, ibaratnya kedepan nya jangan sampai di Hongkong TKI kita merintih, sedangkan di negeri sendiri tata cara pengelolaan terhadap pekerja atau buruh migran (TKI) bisa dikatakan masih tumpang tindih,” ujar Nursalim dari Migran Institute di Kantor LBH Jakarta, Minggu (30/4/2017).
Menurut Nursalim, Migran Institute paling banyak menerima laporan pengaduan khususnya dari Negara Hongkong sebanyak 22 kasus sepanjang tahun 2016. Jika dijumlahkan, sejak tahun 2011 hingga 2016, Migrant Institute setidaknya telah menerima sebanyak 211 kasus dari negara Hongkong. Bahkan secara keseluruhan, permasalahan TKI di Hongkong selalu menempati peringkat pertama, kecuali tahun 2015.
Menurut data BNP2TKI, hingga tahun 2016, jumlah penempatan TKI di Hongkong tercatat sekitar 3.877 orang. Angka tersebut bertambah naik menjadi 4.695 sejak periode Januari hingga Maret 2015. Jumlah tersebut ternyata menduduki peringkat ketiga terbesar dari beberapa negara penempatan TKI yang tercatat di BNP2TKI.
Jurnalis: Eko Sulestyono/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono
Source: CendanaNews
