Wujdukan Kepatuhan Berkendara, Polres Sikka Gelar Operasi Simpatik

SENIN, 6 MARET 2017

MAUMERE – Kepala Satuan Lalu-lintas Kepolisian Resort Sikka, Kabupaten Sikka, Inspektur Satu Layfrids D. Mada, SH., mengatakan, dalam melaksanakan operasi simpatik, pihaknya fokus pada aspek pencegahan disertai penegakan hukum secara selektif, dengan prioritas mewujudkan kesadaran dan kepatuhan pengendara dalam berkendara di jalan raya umum.

Petugas Satlantas Polres Sikka saat gelar oerasi simpatik di perempatan jalan di Kota Maumere.

Layfrids juga mengatakan, operasi simpatik yang berlangsung selama 21 hari sejak 1-21 Maret 2017 dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap undang-undang lalu-lintas dan angkutan jalan. “Kita harapkan dengan operasi ini, masyarakat lebih tertib berlalu-lintas dan terciptanya keamanan, kelancaran dan ketertiban dalam berlalu-lintas, sehingga pelanggaran dan kecelakaan lalu-lintas bisa ditekan,” ujarnya, Senin (6/3/2/2107).

Menurut Layfrids, dalam operasi simpatik yang digelar kepolisian secara serentak di seluruh Indonesia, Satlamtas Polres Sikka menargetkan melakukan operasi pada jalan umum dalam Kota Maumere, serta di beberapa titik di keramaian dalam Kota Maumere, maupun di pasar-pasar di kecamatan, yang merupakan kawasan rawan kecelakaan.

Para pengemudi angkutan dan bus yang sering parkir di pusat pertokoan dan kendaraan yang parkir di sembarang tempat yang mengakibatkan terganggunya arus lalu-lintas, akan ditindak. “Kami juga akan melakukan penertiban kendaraan yang menggunakan plat nomor polisi dari luar wilayah POLDA NTT dan akan diberikan pemahaman untuk segera memutasikan kendaraannya,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang pengendara sepeda motor yang ditemui di Jalan Gajah Mada, Maumere, Silvester Sani, mengaku menyambut baik operasi simpatik yang digelar pihak kepolisian, agar bisa menekan angka kecelakaan lalu-lintas.

Kasat Lantas Polres Sikka, Iptu Layfrids D. Mada, SH.,

Selama ini, katanya, banyak kecelakaan terjadi akibat pengemudi yang mabuk setelah mengonsumsi moke atau arak, sehingga melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi dan tanpa menggunakan helm. “Banyak anak-anak sekolah yang suka mengemudikan kendaraan tanpa helm, apalagi di hari Sabtu dan Minggu, sehingga saya minta polisi bisa melakukan operasi di dua hari ini karena tingkat pelanggaran sangat tinggi,” pintanya.

Selain itu, Silvester juga mengaku geram karena masih banyak anak muda yang mengemudikan kendaraan tanpa lampu di malam hari dan hanya mengandalkan lampu senter dari telepon genggam dan juga tidak ada kaca spion di kendaraannya. “Operasi ini harus juga digelar di luar Kota Maumere, agar orangtua selaku pemilik kendaraan bisa memahami dan tidak membiarkan anak-anaknya yang belum cukup umur dan tidak memiliki surat izin mengemudi membawa sepeda motor sesuka hati,” pungkasnya.

Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary

Lihat juga...