Uskup Maumere Serukan Agar Umat Katolik Mencintai dan Merawat Bumi

RABU 1 MARET 2017

MAUMERE—Saat ini manusia  menghadapi kriris lingkungan yang sangat serius di mana ada kerusakan alam yang sangat parah dalam skala yang besar dan mengancam bumi dan segala isinya termasuk hidup manusia.

Umat yang mengikuti Misa Rabu Abu di gereja Katolik St,Petrus Centrum Maumere.
Manusia harus bertanggung jawab terhadap krisi alam ini.Keharusan untuk bertobat merupakan kewajiban, untuk merubah daya pikir dan perbuatan kita agar bisa lebih bersahabat dengan alam dan segala isinya yang merupakan ciptaan Allah.

“Pertobatan dan perubahan hati diharuskan, kita diwajibkan mempunyai sikap baru yang menjalin hubungan yang benar dengan bumi dan segena makluk ciptaan Tuhan.Tobat dan gaya hidup baru diperlukan untuk itu,” tegas Uskup Maumere.

Demikian pesan yang disampaikan Uskup Maumere Mgr.Gerulfus Kherubiem Pareira,SVD dalam Surat Gembala Pra Paskah yang dibacakan saat misa Rabu Abu di berbagai Gereja Katolik di Kabupaten Sikka Rabu (01/3/2017).

Dikatakan Uskup Kheruibiem, berbagai kejadian mengancam bumi seperti polusi udara, limbah dan sampah yang sangat sulit didaur ulang, perubahan iklim yang ekstrim dan naiknya permukaan air laut serta menipisnya sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti air bersih.

“Bumi menjadi gundul karena hutan alamnya telah dihancurkan dan rusaknya ekosistem akibat ulah manusia yang tidak mencintai alam dan habitatnya,” ungkapnya.

Ketika terjadi kerusakan alam tambah Uskup Maumere, maka orang-orang di sekitaranya, kelompok-kelompok rentan menjadi orang pertama yang memikul akibat negatif dari perusakan alam sebab kemampuan mereka sangat terbatas.

Tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) tahun 2017  berbicara tentang krisis lingkungan hidup yang mengancam bumi kita karena telah menjadi masalah yang sangat serius bagi umat manusia.

“Persoalan ini tidak bisa hanya dengan melihat lingkungan sebagai material semata tetapisebagai persoalan iman dan moral kita makluk ciptaan Tuhan yang ditugaskan untuk menjaga dan merawat bumi,” sebutnya.

Sebagai umat Kristiani yang selalu diilhami oleh kitab suci dan ajaran Kristus kata Uskup Kherubiem, kita harus merumusi secara benar masalah yang kita hadapi ini, mencari akar penyebab dan memberikan tanggapan yang tepat dan berdaya guna untuk mengatasinya.

Dalam kegiatan katekese selama masa pra paskah, kegiatannya akan difokuskan pada peran dan tanggung jawab keluarga Kristiani dalam upaya mencintai dan memelihara lingkungan, memlihara  alam kita.

“Pada awalnya Allah menciptakan bumi sungguh sangat baik. Apa yang diciptakan Allah sebagai satu kesatuan, selalu dalam hubungannnya dengan Allah dan dalam persekutuannya dengan ciptaan-Nya yang lain,” ungkapnya.

Manusia pesan Uskup Kherubiem, mendapat mandat memenuhi bumi dan berkuasa atas segalanya namun kita bukan pemilik dan penguasa atas bumi dan segalanya Allah memberikan mandat kepada kita untuk memeihara, mencintai dan mengurus bumi dan segala isinya.

“Ini bukan berarti manusia bersikap semena-mena merusak dan mengeploitasi bumi dan segala isisnya yang adalah milik Allah satu-sattunya,Sebagai citra Allah manusia harus melakukan seperti apa yang Allah lakukan,” pesannya.

Jurnalis: Ebed de Rosary/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...