Sering Dikeluhkan, Balap Liar di Tol Solo–Kertosono Dirazia Polisi

JUMAT, 31 MARET 2017

SOLO — Banyaknya aduan masyarakat akan adanya aksi balap liar di Tol Solo–Kertosono, membuat kepolisian resort Karanganyar, Jawa Tengah, menggelar operasi dadakan. Hasilnya, seratusan motor yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan terjaring dalam razia yang dilakukan pada Kamis malam (30/3/2017).

Para pebalap liar mendapat pengarahan petugas.

“Motor yang terjaring berjumlah 145 kendaraan, dan 115 di antaranya tidak lengkap surat-suratnya. Selanjutnya kita berikan teguran keras, sebagian ada yang kita tahan,” ucap Kasat Lantas Polres Karanganyar, AKP Ahdi Rizaliansyah.

Dijelaskan AKP Ahdi, aksi balap liar di Tol Solo–Kertosono, tepatnya di Desa Waru, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar itu, berulang kali dikeluhkan masyarakat. Sebab, selain mengganggu masyarakat aksi balap liar membahayakan bagi pengguna jalan lain. “Informasi warga, balap liar ini sering digelar. Terutama akhir pekan. Karena sudah sangat meresahkan, kita tindak,” jelas Ahdi.

Kasat Lantas Polres Karanganyar, AKP Ahdi Rizaliansyah.

Dari pantauan Cendana News di Polres Karanganyar, Jumat (31/3/2017), ada seratusan motor yang terjaring razia, sebanyak 49 di antaranya diamankan ke Polres Karanganyar. Sebab, 49 motor itu yang digunakan ajang balap liar dan tidak dilengkapi surat-surat  kendaraan.  “Karena yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan surat kepemilikan, baik STNK, SIM atau BPKB, kita proses dan amankan ke Polres. Kita angkut dengan 4 truk kontainer,” imbuhnya.

Dalam razia balap liar ini, setidaknya 50 personil kepolisian, baik dari Satlantas maupun Polsek Kebakkramat diterjunkan ke lokasi untuk pengamanan.  Polisi masih terus mengawasi  Tol Solo– Kertosono, untuk antisipasi kemungkinan masih adanya aksi balap liar yang melibatkan anak muda, dari berbagai daerah yang ada di eks Karisidenan Surakarta.

“Kita pantau terus, karena laporan warga lokasi Tol ini sering digunakan untuk balapan liar. Kami imbau kepada semuanya  yang terjaring razia agar ajang balap itu dilakukan di tempat yang resmi bukan di jalan umum,” tambah AKP Ahdi.

Motor yang terjaring razia.

Sementara itu, salah satu warga Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar, membenarkan jika Tol Soker sering dijadikan ajang balap liar. Bahkan, aksi balap liar itu membuat masyarakat takut untuk melintas.
“Karena banyak anak-anak yang balapan liar. Kadang sampai 200 orang lebih sekali balap liar,” katanya.

Jurnalis: Harun Alrosid / Editor: Satmoko / Foto:  Harun Alrosid

Lihat juga...