Serba-serbi Usaha Kedai Elva Yetni

RABU, 22 MARET 2017

PADANG — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Usaha kedai milik Elva Yetni tergolong unik. Pasalnya, dalam satu kedai itu tidak hanya dimiliki oleh Elva sendiri saja, tapi juga terdapat usaha dua orang anaknya yang menjual jenis dagangan lain dari barang milik ibunya, meski masih berada dalam kedai yang sama. Lalu, bagaimana cara mengatur keuangannya? Begini cerita dari Elva.

Kedai keluarga milik Elva. Banyak barang dijual berkat pinjaman dana dari Tabur Puja.

Ibu 4 orang anak yang ditemui di kedainya itu menceritakan, sekitar empat tahun yang lalu usaha kedainya hanya menjual beberapa jenis makanan ringan saja. Usaha ini dilakoni, sambil mengisi masa pensiun dari profesinya sebagai seorang bidan.

“Kalau sudah tua begini, tidak banyak hal yang bisa dikerjakan, selain bersama cucu. Jadi, sembari mengasuh cucu, saya pun membuka usaha kedai kecil-kecilan,” ujarnya, Rabu (22/3/2017).

Melihat semangat sang ibu, Zelfi Nila Resa, anak bungsu Elva, mengajukan pinjaman ke Tabur Puja (Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera) Posdaya Gerbang Emas Muaro Paneh, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar).

“Melihat ibu yang semangat menjalani usaha kedainya itu, saya pun membantu beliau untuk mendapatkan pinjaman dana usaha, supaya usaha ibu lebih maju, dan barang jualan lebih banyak,” katanya.

Dengan adanya usaha dari Zelfi, di kedai yang berukuran 3×4 meter itu, seiring waktu berlalu barang jualan  Elva pun terus bertambah, dan kini kedainya terlihat sesak gantungan barang jualannya.

Barang jualan Elva ini, bermacam-macam, mulai dari makanan ringan, sejumlah jenis sabun, kebutuhan memasak, dan banyak jenis barang lainnya. Bahkan, ia juga menjual sejumlah obat-obatan, mengingat kebutuhan dan pengalaman di bidang kesehatan masih diperlukan oleh masyarakat setempat.

Omzet yang diperoleh Elva per bulan tergolong bagus, yakni mencapai rata-rata per bulan Rp400.000. Omzet itu hanya dari usaha Elva sendiri, belum usaha anak bungsunya, Zelfi.

“Saya juga ikut mengisi barang jualan di kedai ibu, ada jual pulsa dan tabung gas 3 kg sebanyak 40 unit,” jelas Zelfi.

Selain Zelfi, juga ada sang kakak, si sulung, yang turut mengisi barang jualan milik Elva. Si sulung ini berjualan hijab beberapa helai. Kondisi kedai yang barang dagangannya diisi oleh keluarga ini, terus berjalan dengan baik. Membuka usaha secara kekeluargaan, membuat keluarga Elva semakin harmonis.

 Zelfi Nila Resa.

“Apa yang kami dapatkan ini, berkat bantuan dana dari Tabur Puja. Tabur Puja benar-benar telah membantu kehidupan keluarga kami menjadi lebih baik. Buktinya, dari hasil jualan di kedai, ada penambahan pembangunan di rumah ini,” tutupnya.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Editor: Satmoko / Foto: Istimewa

Lihat juga...