RABU, 22 MARET 2017
PONOROGO — Beberapa petani padi di Ponorogo mulai dilanda kekhawatiran. Pasalnya, meski baru bibit, padi yang ada di lahan sudah diserang hama wereng batang coklat. Tak pelak, akibat kejadian ini para petani pun kebingungan dan khawatir akan nasib panenan nanti.
![]() |
| Padi yang baru ditanam diserang hama wereng batang coklat. |
Salah satu petani di Desa Kunti, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Sri Widodo (57), mengaku sudah kewalahan mengatasi serangan hama wereng batang coklat, bahkan saat di lahan pembibitan saja, benih padi yang ditanamnya saat tumbuh menjadi bibit padi yang ujung daunnya berwarna kecoklatan. “Saya sebelumnya tidak pernah menyemprot insektisida saat di lahan pembibitan, baru kali ini,” jelasnya, kepada Cendana News, Rabu (22/3/2017).
Tidak hanya itu, saat dipindah ke lahan sawah, serangan hama wereng semakin cepat. Padahal, bibit padi yang ditanam baru berumur 10 hari, hampir 30 persen terserang. Hama wereng sendiri hingga kini masih sulit ditangani petani. “Serangan wereng biasanya terjadi saat masih bibit dan saat padi sudah keluar malai,” ujarnya.
Petani lainnya, Partimah (60), menuturkan ledakan hama wereng ini terjadi karena petani terus-menerus memilih menanam padi, karena memanfaatkan musim hujan yang terus-menerus sepanjang tahun kemarin. Alhasil perkembangan wereng di lahan padi tidak bisa ditangani. “Populasi hama dan masa tanam yang berbeda-beda membuat hama wereng ini hanya berpindah-pindah dari satu petak sawah ke petak sawah yang lain,” tutur ibu dua orang anak ini.
![]() |
| Sri Widodo |
Selain itu, cuaca yang tidak menentu juga membuat insektisida yang digunakan petani menjadi tidak maksimal. Misalnya saja, saat pagi hari disemprot insektisida, tiba-tiba malam hari hujan, penyemprotan pun menjadi tidak ada gunanya. “Tidak hanya wereng, padi kami juga terserang hama keong mas, entah panen kali ini hasilnya pasti tidak maksimal,” pungkasnya.
Jurnalis: Charolin Pebrianti/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Charolin Pebrianti
