MATARAM — Indonesia termasuk negara kaya, dengan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, baik di daratan maupun lautan yang semestinya sebesar-besarnya dapat dimanfaatkan untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat.
Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto
“Tapi sayang dalam kenyataannya, meski Indonesia termasuk negara kaya, tapi sebagian besar masyarakat Indonesia masih hidup dalam kemiskinan,” kata Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Mataram, Selasa (7/3/2017).
Selain itu berdasarkan data bank dunia, sepertiga anak-anak Indonesia mengalami kekurangan gizi, yang disebabkan harga kebutuhan pokok mahal.
“Termasuk harga daging di Indonesia dinilai paling mahal di dunia, kalau sudah begitu, bagaimana anak Indonesia bisa bersaing dengan anak dari negara lain,”sebutnya.
Sehingga, lanjut Prabowo, percuma berbicara pertumbuhan ekonomi besar, kalau masyarakat masih hidup dalam kemiskinan, sementara sebagian besar kekayaan Indonesia di bawa ke luar negeri dan tidak dipergunakan untuk menciptakan kesejahteraan rakyat.
“Kemiskinan, ketidakadilan pada akhirnya selalu akan berakhir pada perpecahan, kerusuhan dan rakyat yang banyak tentu tidak akan diam melihat ketidakadilan dan kesewenang-wenangan tersebut dan pasti akan melakukan perlawanan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengkritik para pejabat dan kaum elit di Indonesia yang kurang memiliki kepekaan terhadap bangsa dan kehidupan masyarakat bawah dan hanya mementingkan kepentingan pribadi, keluarga, kelompok dan golongan.