Polres Sikka: Tanpa Aduan, Kasus Kades Kolisia NTT Tidak Ditindaklanjuti

SELASA, 7 MARET 2017

MAUMERE  —  Kepala desa Kolisia Kecamatan Magepanda, Sikka, Nusa Tenggara Timur, Emanuel Budu tidak mau berkomentar terkait kasus yang dipersoalkan warga yang melakukan demo ke kantor Bupati Sikka, Senin (6/3/2017). 
Warga yang melakukan demo di kantor bupati Sikka meminta agar Kades Kolisia dicopot dari jabatannya
“Maaf saya tidak mau komentar terkait persoalan tersebut,” ujarnya singkat dan mematikan telepon genggam saat dihubungi Cendana News, Selasa (7/3/2017).
Sementara itu Kasubag Humas Polres Sikka Iptu Margono mengatakan, kasus tersebut merupakan delik aduan murni dan dapat ditindaklanjuti setelah ada laporan resmi dari pasangan pelaku maupun korban.
“Kasus tersebut merupakan delik aduan sehingga bila korban dalam hal ini isteri pelaku atau suami pelaku maupun korban tidak melaporkan sebagai tindak pidana, maka polisi tidak bisa menindaklanjuti kasus tersebut,” tegasnya saat diikonfirmasi Cendana News, Selasa (7/3/2017).
Kades Kolisia dipersoalkan warganya yang berdemo ke kantor bupati Sikka Senin ((6/3/2017) karena tertangkap aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) kabupaten Sikka sedang berduaan dengan seorang wanita bukan istrinya berinisial BSR (35) di kamar kos di kota Maumere.
Kasat Pol PP Sikka yoseph Benyamin
Kasat Pol PP kabupaten Sikka, Yoseph Benyamin kepada media menjelaskan bahwa kades Kolisia mengakui perbuatannya dan kasus tersebut sudah dibuatkan Berita Acara dan diteruskan ke bupati Sikka, sebab Kades tersebut ditangkap akibat melanggar Perda Nomor 10 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.
“Kedua pasangan ini kami pulangkan ke rumah dengan alasan kasus tersebut masuk dalam delik aduan dan harus ada yang melapor supaya dapat diproses lebih lanjut,” kata Yoseph.
Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera kepada media saat beraudiensi dengan pendemo menegaskan bahwa pihaknya telah membentuk tim yang bertugas untuk membuat kajian hukum dan saat ini tim yang terdiri dari Satpol PP, Bagian Hukum Setda Sikka dan Badan Pemberdayaan Masyarakat sedang bertugas.
“Saya  akan mengambil keputusan pasti usai menerima hasil kajian tim pengkaji tersebut,” ungkapnya.

Jurnalis : Ebed de Rosary / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ebed de Rosary

Lihat juga...