Gubernur NTB: Jangan Hanya Tonjolkan Keburukan Pemimpin

SELASA, 7 MARET 2017

MATARAM — Demokrasi telah membuka ruang serta memberikan kebebasan terhadap siapapun masyarakat di Indonesia untuk bisa berekspresi mengemukakan pandangan maupun kritikan terhadap sesuatu atau seseorang, meski demikian dalam mengemukakan kritikan terutama terhadap tokoh dan mantan pemimpin bangsa, masyarakat diminta tidak saja menonjolkan keburukannya, tapi juga kebaikan dan jasa yang pernah dilakukan untuk kemajuan bangsa.

Gubernur NTB, Zainul Majdi

Hal tersebut disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zainul Majdi saat menerima silaturrahmi Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Gerindra di Pendopo Kantor Gubernur NTB, Selasa (7/3/2017).

“Kalau melihat, mendengar dan menyimak pandangan sebagian besar masyarakat tentang tokoh dan mantan pemimpin bangsa Indonesia, terutama di media sosial, kebanyakan yang dieksploitasi  adalah keburukannya, sedikit sekali yang melihat kebaikan dan jasa yang pernah dilakukan,” kata Majdi.

Menurutnya, kemauan dari masyarakat untuk membangun memori kolektif dan sikap optimisme tentang bangsa masih sedikit, padahal memori kolektif tentang bangsa dan tokoh pemimpin bangsa sangat penting untuk membangun sikap optimisme di tengah masyarakat, termasuk generasi muda bangsa Indonesia.

Ia mencontohkan bagaimana masyarakat negara Mesir yang dinilainya mampu membangun memori kolektif dan sikap optimisme yang kuat tentang kehebatan, kekuatan dan kejayaan dari para tokoh dan mantan pemimpin bangsanya terdahulu, seperti Fir’aun, meski kalau pandangan ajaran Islam, Fir’aun merupakan raja yang melawan utusan Tuhan.

“Tapi bagaimanapun buruknya Fir’aun, tidak bisa dinafikkan kalau dia telah berjasa bagi kemajuan dan peradaban bangsa Mesir dan itu harus juga mulai ditradisikan di Indonesia untuk senantiasa menghargai dan menghormati mantan pemimpin bangsa, terlepas dari kekurangan dan kelebihan selama memimpin,” katanya.

Jurnalis : Turmuzi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Turmuzi

Lihat juga...