Pemerintah Kampanyekan Germas Dorong Kualitas Hidup Masyarakat

SENIN  6 MARET 2017
YOGYAKARTA—Pemerintah terus berupaya mendorong Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau Germas  sebagai upaya mewujudkan kesehatan masyarakat secara optimal melalui tindakan yang sistematis dan terencana secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa. Melalui gerakan tersebut diharapkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat untuk berperilaku hidup sehat serta meningkatkan kualitas hidup dapat terus meningkat.
Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes dr. Anung Sugihantoro, M.Kes.
Hal tersebut diungkapkan Dirjen Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, dr. Anung Sugihantoro, M.Kes, dalam orasi Ilmiah dalam rangka Dies Fakultas Kedokteran (FK) UGM ke-71, bertempat di di ruang Auditorium FK UGM, Senin (06/03/2017).
Disampaikan Anung, pemerintah saat ini dihadapkan pada tantangan utama yakni dalam hal mempromosikan  perilaku hidup sehat di kalangan masyarakat. Pasalnya selama ini upaya itu selalu terkendala sejumlah hal di antaranya kurangnya bukti ilmiah serta aplikasi dari dampak kesehatan suatu kebijakan, hingga masalah keterbatasan kapasitas pelaksanaan promosi kesehatan. Padahal menurutnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat memerlukan intervensi komprehensif dari determinan derajat kesehatan masyarakat. 
“Karena itu para pengambil kebijakan, akademisi dan seluruh sektor terlait harus mereview kembali bukti-bukti yang relevan guna merencanakan dan mempertimbangkan strategi perubahan perilaku yang mengarah pada berbagai aspek kesehatan masyatakat,” katanya
Dalam kesempatan itu ia mengatakan saat ini tren penyakit penyumbang angka kematian telah berubah. Jika pada era 1990-an, penyebab kematian dan kesakitan terbesar dalah penyakit menular seperti infeksi saluran pernapAsan atas, TBC, Diare, maka sejak 2010, penyebab terbesar kesakitan dan kematian adalah  karena stroke, jantung, dan diabetes atau kencing manis. 
“Penyakit yang tidak menular ini memberikan kontribusi sebesar 60 persen dari kematian di dunia setiap tahunnya,” katanya. 
Selain terus mempromosikan perilaku hidp segat,  pemerintah baik pusat mupun daerah dikatakanjuga harus menyiapkan sarana dan prasana untuk mendukung hal tersebut. Baik itu dengan menyiapkan  kurikulum pendidikan berbasis usaha kesehatan sekolah, fasilitas olahraga, pemberian makanan bergizi, fasilitas kesehatan transportasi, penyediaan kawasan tanpa rokok serta taman untuk beraktivitas warga, dukungan iklan layanan masyarakat, car free day, air bersih, uji emisi kendaraan bermotor, keamanan pangan, hingga pengawasan iklan yang berdampak buruk pada kesehatan. 
“Hasil penelitian membuktikan bahwa intervensi perilaku kesehatan berhasil meningkatkan  aktivitas fisik dan perilaku diet. Bahkan termasuk untuk meningkatkan gaya hidup baik perseorangan, keluarga, maupun kelompok masyarakat. kota sehat merupakan salah satu bentuk upaya promosi kesehatan yang menerapkan multiple intervensi perilaku hidup sehat. Konsep kota sehat ini bisa sebagai ujung tombak isu pembangunan global,” katanya.
Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Jatmika H Kusmargana 
Lihat juga...