SABTU, 11 MARET 2017
JAYAPURA — Puluhan Mama-mama Papua mendapatkan pelatihan memasak makanan modern untuk menambah menu di rumah mereka, sekaligus sebagai inspirasi agar dapat dijadikan tambahan berjualan kuliner di Kota Jayapura, khususnya di Pasar Tradisonal Mama-Mama Papua, Sabtu (11/3/2017).
| Pedagang Mama-mama Papua belajar memasak |
Cheef atau koki dari PT. PPI, Dedy Setiawan, menuturkan sangat senang mengajar mama-mama asli Papua. Menurutnya, mengajar memasak kepada mama-mama tidaklah sulit, lantaran mereka sudah terbiasa memasak di dapur. Pelajaran yang diberikan kepada mereka, bagaimana mencuci rempah-rempah dan mengolah daging untuk dimasak dengan baik. “Saya rasa, ibu-ibu ini mudah dididik cara memasak. Karena ibu-ibu ini sudah pasti sering memasak di dapaur mereka,” kata Dedy, sambil membakar sepotong daging sapi di atas pembakaran.
Dikatakan Dedy, menu makanan yang menurutnya susah dimasak seperti memasak sop daging sapi, gule, tongseng, namun bahan bakunya sangat mudah ditemukan. Menurutnya, yang paling diminati mama-mama Papua untuk belajar seperti sop dan sate daging sapi. “Bahan bakunya mudah ditemukan di Papua, seperti lada, garam, wortel, daun bawang, seledri, paling utama hanya daging sapinya,” tutur pria lulusan sekolah kuliner Mit Plaza Hotel, 12 tahun, lalu.
| Ketua Pokja Papua, Judith J.N. Dipodiputro |
Sementara itu, pedagang asli Papua, Yuliana Pikey yang biasanya menjual sayuran dan perajut noken di Pasar Tradisional Mama-Mama Papua di Jalan Percetakan Jayapura, mengaku senang dengan yang dilakukan Pokja Papua. Ia merasa bangga sebagai seorang ibu, karena ada menu baru yang didapat dengan pelatihan memasak tersebut. “Menu baru buat saya dan keluarga, jadi kami bisa masak steak sapi, kan makanan ini biasanya di hotel-hotel, tapi kami pelan-pelan belajar juga,” kata Mama Pikey.
Selain itu, ia juga sudah pasti akan mengkonsumsi daging sapi. Karena daging yang disediakan di pasar-pasar yang ada di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura dapat dijangkau mama-mama Papua serta masyarakat pada umumnya. “Di Papua ini daging sapi, mahal, tapi dengan adanya ini, kami terbantu. Bisa kami beli untuk dimakan, bisa juga kami beli dan olah dagingnya, kemudian dijual dalam bentuk makanan jadi,” ujar mama asal Nabire ini.
Bagian Komersil PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), Eka Bukit, mengaku telah menyiapkan timnya jauh-jauh hari untuk melatih mama-mama Papua. Timnya terdiri dari ahli daging, tenaga ahli market penjualan, termasuk cheef yang mengajari cara memasaknya. “Di pasar tradisonal mama-mama Papua yang nanti diresmikan Pak Jokowi ini, akan ada dibuat juga pada lantai 3, lokasi kuliner. Jadi, nanti ke depan mengajar satu persatu mama-mama Papua yang berbakat di bidang memasak,” kata Eka.
Sementara, Judith J.N. Dipodiputro, selaku Ketua Pokja Papua, mengaku sejauh ini pihaknya terus melakukan pelatihan kepada pedagang mama-mama asli Papua, yang ada di pasar-pasar, seperti Pasar Hamai, Youtefa, Skouw perbatasan, Dok 9, pasar tradisional mama-mama Papua yang ada di Kota Jayapura, dan juga pasar Phara yang ada di Kabupaten Jayapura. “Sejauh ini, yang kami catat sudah 270 mama Papua yang kami latih memasak, juga mengelola manajemen mereka dalam berdagang,” kata Yudith, mantan jurnalis tahun 1982-1995, itu.
Pelatihan memasak kepada mama-mama Papua, digagas oleh Kelompok Kerja (Pokja) Papua yang diketuai Judith J.N. Dipodiputro, bekerjasama dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) yang nantinya seluruh pedagang asli Papua terus diberikan pelatihan memasak di setiap pasar yang ada di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.
Jurnalis: Indrayadi T Hatta/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Indrayadi T Hatta