SELASA, 14 MARET 2017
BALIKPAPAN — Pasca tim Saber Pungli Kalimantan Timur melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan pungutan liar dalam pengurusan kuota LPG untuk agen Kalimantan Timur dan Utara, Pertamina pastikan tetap beroperasi secara normal dalam memenuhi kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG. Hal itu ditegaskan Area Manager Communication and Relations Kalimantan, Alicia Irzanova saat ditemui, Selasa (14/3/2017).
![]() |
| Alicia Irzanova. |
Menurut Alicia, Pertamina sebagai perusahaan yang menjunjung tinggi tata kelola perusahaan yang baik harus kooperatif terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
“Ya tentu saja Pertamina sebagai perusahaan yang menjunjung tinggi Good Corporate Governance (GCG) harus kooperatif pada proses hukum yang berjalan. Operasional tetap berjalan normal dalam penyaluran BBM dan LPG,” katanya, Selasa (14/3/2017).
Lanjutnya, dalam penyaluran LPG di Kalimantan Timur setiap harinya mencapai 300 metrik ton. “Semua penyaluran sesuai dengan tugasnya, tetap berjalan normal,” tandas perempuan kelahiran Palembang ini.
Selain itu, pihaknya mengatakan, Pertamina komitmen menerapkan GCG itu terbukti skor yang diperoleh pada tahun 2016 mencapai 94,62% dan itu sangat baik dalam parameter yang berlaku umum.
Terpisah, Kabid Humas Polda Kalimantan Timur, Ade Yaya Suryana, mengapresiasi sikap Pertamina yang telah kooperatif selama proses hukum berjalan.
“Kami apresiasi, pertamina tetap kooperatif selama proses berjalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah ditetapkan tiga tersangka saat OTT, hingga saat ini belum ada tersangka baru dan proses pemeriksaan terus dilakukan.
“Proses pemeriksaan terus dilakukan, termasuk kepada agen-agen LPG. Belum ada tersangka baru,” tambahnya.
Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Satmoko / Foto: Ferry Cahyanti