JUMAT, 10 MARET 2017
CIAMIS — Bupati Ciamis, Drs. H. Iing Syam Arifien mengajak petani untuk kembali mengolah sawah pasca panen pertama di Tahun 2017 ini. Hal tersebut ditujukan untuk menuju swasembada beras dengan memanfaatkan musim hujan yang masih berlangsung.
| Proses penanaman padi menggunakan peralatan modern |
“Bagi yang sudah panen pada bulan ini, disarankan untuk bisa tanam lagi, karena musim hujan masih berlangsung,”ujar Iing saat turun langsung ke tengah sawah milik Gabungan Kelompok Tani “Sri Jati Mulya” untuk menanam padi secara manual dan modern di Desa Sindangangin, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (10/3/2017).
Iing menyebutkan, puncak musim panen telah berlalu, kini saatnya tanam padi digalakkan agar produktifitas gabah bisa ditingkatkan. Menggunakan sistem tanam jajar legowo diharapkan hasil pertanian lebih maksimal.
“Luasan lahan yang lakukan tanam kembali cukup banyak, dan itu menggembirakan sehingga petani jangan ragu untuk menanam lagi,”tandasnya.
Lebih lanjut, Iing, juga mengatakan, hingga saat ini sudah ada sekitar 50.000 hektar lahan yang sudah panen. Sementara hampir sebagian besar melakukan tanam lagi.
Disebutkan juga, dalam dua Tahun terakhir, peningkatan tanam padi di Kabupaten Ciamis, naik secara signifikan. Sehingga Kabupaten Ciamis, surflus padi sekitar 200 ton, dan bisa mendorong program Pemerintah Pusat dalam menggalakan Program Swasembada Pangan.
| Bupati Ciamis Drs. H. Iing Syam Arifien Menujukan Benih Padi Sebelum Melakukan Penanaman |
Percepatan tanam padi serentak di lahan seluas kurang lebih 200 hektare milik Gabungan Kelompok Tani Sri Jati Mulya juga dihadiri Kepala Badan Karantina Pertanian, Kemetrian Pertanian Republik Indonesia wilayah Jawa Barat, Ir. Banun Hartini, M.Sc., serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, Ir Kustini, MP.
Jurnalis: Baehaki Efendi/Redaktur: ME. Bijo Dirajo/Foto: Baehaki Efendi