Kembangkan Minat Baca, Perpustakaan Desa Dapat Komputer

SENIN, 6 MARET 2017

LAMPUNG —Tingkatkan potensi setiap desa melalui kemajuan teknologi berbasis internet, Pengembangan Perpustakaan Seru (Perpuseru) di beberapa desa di Lampung Selatan terus dilakukan. Bahkan sebagai langkah memajukan perpustakaan desa berbasis teknologi, beberapa desa langsung memperoleh bantuan perangkat komputer. Menurut Sugeng Hariyono, selaku fasilitator Perpuseru Kabupaten Lampung Selatan, menegaskan, pengembangan Perpuseru merupakan lanjutan dari perkembangan perpustakaan di Lampung Selatan yang semakin maju dengan menambah fasilitas komputer di setiap perpustakaan desa.

Sebagian buku untuk perpustakaan.

Sugeng Hariyono yang juga menjadi penggagas Armada Pustaka bergerak Lampung Selatan mengungkapkan, sebelum program Perpuseru setiap desa berjalan, sudah memiliki fasilitas perpustakaan dan buku-buku. Seiring berjalannya waktu pengembangan perpustakaan, menurut Sugeng Hariyono, tak hanya menyasar anak-anak usia sekolah melainkan juga untuk menyasar pemuda, Usaha Kecil Menengah (UKM) dan kaum wanita.

“Selama ini perpustakaan masih identik dengan buku-buku konvensional tapi dengan adanya sosialisasi Perpuseru akan berkembang dengan penambahan komputer dan internet untuk mendukung usaha di pedesaan,” terang Sugeng Hariyono, selaku fasilitator Perpuseru di Kabupaten Lampung Selatan saat dikonfirmasi Cendana News seusai sosialisasi program Perpuseru di aula kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Senin (6/3/2017).

Ia melanjutkan, selama ini pengelola perpustakaan desa yang ada di seluruh Kabupaten Lampung Selatan masih menyediakan tempat dengan berbagai jenis buku buku dan selanjutnya akan disinergikan dengan Perpuseru yang selama ini digalakkan di Lampung Selatan. Ia bahkan mencatat sampai saat ini khusus di wilayah Lampung Selatan sudah ada sekitar empat desa yang menjadi replika fasilitas perpustakaan desa yang telah cukup lengkap dengan adanya fasilitas ruangan,buku buku,komputer dan jaringan internet diantaranya Desa Titiwangi, Desa Rawa Selapan keduanya di Kecamatan Candipuro, Desa Kerinjing di Kecamatan Rajabasa dan Desa Pasuruan di Kecamatan Penengahan.

Replika perpustakaan desa di empat desa tersebut, terang Sugeng Hariyono, merupakan pilot project untuk pengembangan sebanyak 260 perpustakaan desa yang ada di Kabupaten Lampung Selatan. Khusus untuk pengembangan internet di perpustakaan desa yang sudah diberi masing masing tiga unit komputer dengan total 12 komputer akan disinergikan dengan pemanfaatan tekhnologi berbasis internet. Sebab ungkapnya PerpuSeru sekaligus bisa menjadikan perpustakaan desa sebagai pusat kegiatan masyarakat berbasis teknologi informasi komunikasi (TIK).

Pertemuan pengembangan Perpuseru di Lampung.

“Kami akan melatih kaum ibu untuk pemasaran produk secara online dan bagi anak muda akan menjadi sarana untuk belajar karena banyak buku buku digital bisa diperoleh dari internet dan bisa dimanfaatkan secara positif”terang Sugeng Hariyono. Selain Sugeng Hariyono selaku fasilitator Perpuseru Lampung Selatan yang menjadi pembicara dalam pengembangan perpustakaan desa dan Perpuseru tersebut sosialisasi program Perpuseru, juga dihadiri Syahlani staf ahli dalam bidang Corporate Social Responsibility (CSR) Lampung Selatan.

Syahlani menyampaikan, bahwa antusias pengembangan perpustakaan desa sangat direspon oleh setiap kepala desa bahkan Syahlani menyampaikan bahwa masyarakat sangat mendukung pengembangan program Perpuseru dan berharap  bisa dimanfaatkan dengan baik.

“Program Perpuseru CCFI ini bisa meningkatkan minat baca masyarakat dan memanfaat teknologi dengan bijak. Untuk kenyamanan Perpustakaan akan ditingkatkan secara berkala”tegasnya.

Sosialisasi dan tindaklanjut bantuan pengembangan perpustakaan desa tahun 2017 oleh Pemkab Lampung Selatan dengan menggandeng mitra perusahaan dan berbagai pihak ungkap Syahlani melalui program Perpuseru sekaligus bisa menjadikan perpustakaan desa sebagai pusat kegiatan masyarakat berbasis teknologi informasi komunikasi (TIK).

Khusus di Desa Pasuruan, Kepala Desa Pasuruan, Kartini, mengungkapkan, sudah membuat sebuah perpustakaan dengan nama “Midang Blajakh” yang mengambil nama bahasa Lampung berarti belajar dan bermain yang menunjukkan bahwa Perpuseru menjadi sarana untuk belajar dan bermain. Buku-buku dan komputer telah disediakan untuk digunakan masyarakat baik anak-anak usia sekolah maupun usaha kecil menengah dengan memanfaatkan teknologi informasi berbasis internet.

“Kita akan kembangkan perpustakaan sebagai pusat kegiatan masyarakat berbasis teknologi informasi komunikasi sehingga bermanfaat bagi masyarakat perpustakaan yang ada di kantor desa,” ungkap Kartini.

Sugeng Hariyono, fasilitator Perpuseru di Lampung Selatan.

Selain berada di kantor desa perpustakaan Midang Blajakh di kantor Desa Pasuruan juga berada tepat di dekat beberapa fasilitas sekolah di antaranya tingkat TK hingga tingkat SMP. Sehingga pada jam istirahat para siswa bisa belajar dan berkunjung ke perpustakaan.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

Lihat juga...