Jalan Menuju Waduk Napung Gete Sedang Diperlebar

RABU, 1 MARET 2017

MAUMERE — Jalan sejauh 11 kilometer dari pertigaan jalan negara menuju lokasi waduk Napung Gete  sedang dilakukan pelebaran, dari lebar sebelumnya 4 meter menjadi 8 meter untuk mempermudah akses kendaraan dari dan menuju ke lokasi waduk.

 Alat berat sedang melakukan pengurukan tebing untuk memperlebar jalan menuju waduk Napung Gete.

Pekerjaan pembangunan ini dilakukan oleh kontraktor sebagai sebuah paket pekerjaan pembangunan waduk Napung Gete di Desa Ilinmedo dan Werang di atas lahan seluas 161 hektar.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Agustinus Boy Satrio, kepada Cendana News, Rabu (01/3/2017). Dikatakannya, dengan adanya pembangunan waduk Napung Gete memberi berkah berupa pelebaran dan pengaspalan jalan yang selama ini belum dikerjakan akibat terbatasnya dana dari APBD.

“Kalau tidak ada pembangunan waduk tentu jalan ini belum bisa diaspal dan pemerintah daerah tentu sangat merasa terbantu dengan adanya pembangunan jalan ini,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ir. Valentinus Fredy Guling, M.si, Tim Leader Supervisi dari PT. Indra Karya selaku Konsultan Engineering saat ditemui Cendana News di lokasi pembangunan waduk Senin (27/2/2017), sore.

Dikatakan Fredy, sapaannya, puluhan alat berat sejak bulan November tahun 2016 mulai melakukan pekerjaan dengan menggusur tebing dan menimbun sisi jalan untuk memperlebar jalan tersebut agar memudahkan kendaraan proyek menuju lokasi bendungan.

“Pembangunan jalan dari depan jalan negara sejauh 11 kilometer sudah digusur dan pengerjaan sudah mencapai tahap 40 persen dan kami terus melakukan pengerjaannya,” sebutnya.

Jalan tersebut, lanjut Fredy, direncanakan akan dibangun hingga ke Desa Pruda yang menjadi desa terjauh di Kecamatan Waiblama dan akan ditingkatkan menjadi jalan nasional dari sebelumnya yang cuma berstatus jalan kabupaten.

Dengan demikian, sambungnya, setelah pembangunan jalan oleh kontraktor hingga ke Desa Ilinmedo selesai, Kementerian Pekerjaan Umum akan segera memproses kelanjutan pembangunan jalan ini hingga ke desa Pruda dan tentunya akan menggunakan dana APBN.

“Kami juga sedang membangun jalan juga di dalam lokasi bendungan  dengan lebar 8 meter dan 12 meter sesuai standar yang ditetapkan dalam perencanaan pembangunan waduk ini,” ungkapnya.

Apabila bendungan ini sudah jadi, papar Fredy, tentu daerah ini akan ramai sebab akan banyak rumah dan bangunan yang dibangun di sekitar waduk dan tentunya juga akan berdampak kepada melonjaknya harga jual tanah.

 Pertigaan jalan menuju lokasi waduk dari jalan negara trans Flores yang sudah diperlebar dan sudah pengerasan.

Masyarakat sekitar pun, terangnya, akan mendapat manfaat besar sebab ekonomi akan bertumbuh dengan adanya waduk yang nantinya juga akan dipergunakan sebagai salah satu lokasi wisata bagi orang luar. Masyarakat pun bisa bekerja di waduk ini dan saat pembangunan sekarang pun sudah ada warga yang direkrut bekerja sehingga bisa mengurangi pengangguran.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Lihat juga...