JAKARTA — Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan, mengatakan bahwa seluruh persiapan penyambutan Raja Salman di Gedung DPR sudah 90 persen. Tinggal teknis lebih lanjut saja yang harus dilakukan oleh kesekjenan DPR.
![]() |
| Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan. |
Sebab, menurut dia, ada beberapa hal yang tentunya butuh persiapan khusus, salah satunya menyangkut keterbatasan ruang ataupun waktu yang cukup singkat.
“Toh, bila acara yang dijadikan prioritas mesti dikonsultasikan lagi ke pihak protokol sehingga pada saat penyampaian pidato Raja Salman besok bisa berjalan lancar, aman, tertib, dan tentunya sesuai dengan apa yang diharapkan seluruh bangsa Indonesia,” kata Taufik di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Rabu, (1/3/2017).
Taufik mengingatkan, bahwa Raja Faisal pernah datang ke Indonesia. Hal ini menjadi salah satu catatan bersejarah karena setelah lebih dari 47 tahun berkunjung lagi ke Indonesia. Ini tentunya dunia sudah banyak berubah, di Arab sendiri juga sudah melakukan modernisasi dalam kaitan proses tentang penyediaan fasilitas haji maupun umroh.
“Nah, ini kesempatan yang kita harapkan dari pemerintah agar bisa menyampaikan beberapa keinginan dari rakyat kita, yang tentunya animo untuk melaksanakan kegiatan ibadah haji semakin besar,” imbuhnya.
Tetapi, lanjutnya, di sisi lain ada keterbatasan jumlah jemaah, mengingat di Saudi Arabia sedang dilakukan renovasi masjidil haram Makkah. Namun kita masih berusaha mencari kesempatan walaupun itu selubang jarum pun, agar bisa mendapat nilai tambah dari kunjungan Raja Saudi untuk bisa menambah kuota haji yang sekarang ini sedang dibatasi.
“Kemarin kita para pimpinan DPR sudah diskusi bersama anggota dan masyarakat. Harapan mereka kunjungan Raja Salman ini bisa memberikan sedikit pencerahan terhadap korban kita yang kena tragedi crane beberapa waktu lalu,” ungkapnya.
Ini pasti, kata Taufik, akan menjadi semacam ruang untuk bisa diperhatikan dan ditindaklanjuti oleh Kerajaan Saudi sebagaimana yang disampaikan dari masyarakat pada saat kejadian itu.
Dia menjelaskan, masalah asuransi tragedi crane sebenarnya disampaikan bukan dari rakyat kita atau jamaah yang menjadi korban, tapi dari pihak Kerajaan Saudi sendiri yang menjanjikan.
“Kan begitu, jadi tidak ada salahnya pemerintah melalui kementerian agama kita harapkan tanyakan itu dan mengkonfirmasi. Karena, ini sekali lagi bukan dari kita yang minta, tapi mengkonfirmasi bagaimana terkait dengan janji yang akan memberikan santunan korban ke jamaah haji kita,” tutupnya.
Jurnalis: Adista Pattisahusiwa / Editor: Satmoko / Foto: Adista Pattisahusiwa