BPTP DIY Ajarkan Teknik Pembibitan Sistem Lontong

KAMIS, 2 MARET 2017

BANTUL —- Beberapa waktu belakangan ini gerakan menanam cabai begitu gencar dilakukan pemerintah sebagai upaya jangka panjang mengatasi gejolak harga cabai yang terus terjadi berulang kali. Hampir di semua daerah, gerakan menamam cabai dilakukan di tingkat masyarakat paling bawah yakni ibu-ibu rumah tangga.

Ir. Murwati MS (pegang mix).

Namun di tengah banyaknya gerakan menanam cabai itu tak banyak upaya untuk melakukan pelatihan pembibitan pohon cabai di kalangan masyarakat itu sendiri. Menyikapi hal itu, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan DIY berupaya untuk melatih dan mengajak masyarakat melakukan pembibitan pohon cabai secara mandiri.

Melibatkan sejumlah penyuluh pertanian, ibu-ibu penggerak PKK, hingga Kelompok Wanita Tani (KWT) di Bantul, BPTP DIY mengadakan pelatihan teknik pembibitan pohon cabai yang mudah sekaligus murah yang disebut sistem lontong. Tim Pelatihan BPTP DIY. Ir Murwati MS, menyatakan, pembibitan cabai sistem lontong merupakan pembibitan yang tergolong sederhana sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja.

Proses pembibitan.

Ia menjelaskan, pembibitan sistem lontong pada prinsipnya merupakan pembibitan yang dilakukan dengan menggunakan media tanam menyerupai bentuk lontong. Pembibitan dengan teknik ini biasanya dilakukan menggunakan plastik es sepanjang 1 meter untuk kemudian dipotong-potong secara bersamaan. Dalam sekali potong akan didapatkan media tanam cabai siap pakai lebih banyak hingga 30 kali lipat daripada sistem biasanya.

Bahan dan alat untuk melakukan pembibitan menggunakan sistem lontong ini pun juga dapat dengan mudah didapatkan. Di antaranya plastik es, cetakan kayu, gergaji besi, kotak pembibitan, nampan, dan media tanam.

“Pembibitan sistem ini memiliki keunggulan lebih cepat, mudah dan sederhana jika dibandingkan dengan sistem yang lain,” ujarnya di sela acara pelatihan pembibitan cabai di Desa Temuwuh, Dlingo, Bantul, Kamis (02/03/2017).

Selain pelatihan pembibitan sistem lontong, dalam kegiatan itu BPTP DIY juga mengajarkan teknik pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman yang ramah lingkungan dengan memanfatkan perangkap likat kuning atau yellow trap. Pelatihan pengendalian hama ini dilakukan menggunakan bahan daur ulang berupa botol plastik bekas dan perangkap hama pengganggu atau antraktan.

Sejumlah ibu-ibu PKK dan KWT saat mengikuti pelatihan.

“Selain sebagai tindak lanjut gerakan penanaman cabai di pekarangan, pelatihan budidaya dan pembibitan cabai ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar mengetahui teknik-teknik yang benar dalam membudidayakan cabai. Kita mengharapkan, setelah pelatihan ini setiap peserta dapat menularkan ilmunya kepada anggota kelompok wanita tani di wilayah masing-masing,” pungkasnya.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana / Editor: Satmoko / Foto: Jatmika H Kusmargana

Lihat juga...