Tugu Australia, Bukti Dahsyatnya Perang Pasifik di Balikpapan

MINGGU, 5 FEBRUARI 2017

BALIKPAPAN — Kota Balikpapan di Kalimantan Timur, tidak hanya dikenal sebagai kota industri yang mengolah minyak. Daerah seluas 503 kilometer persegi ini juga kaya akan peninggalan sejarah. Tidak hanya sejarah perang merebut kemerdekaan, juga menjadi medan pertempuran antara blok sekutu dengan Jepang di era Perang Dunia Kedua. Pertempuran dahsyat terjadi pada tahun 1945, yang mana aliansi Australia – Selandia Baru, menggempur Jepang yang menguasai Balikpapan.

Tugu Australia

Dahsyatnya perang itu tergambar di Tugu Australia yang dibangun pada tahun 1998. Tugu ini memuat informasi sejarah pendaratan pasukan Australia dan Selandia Baru di Balikpapan. Tulisan yang dipahat dalam sebuah plakat tembaga mengisahkan pendaratan pasukan sekutu, hingga hubungan baik Balikpapan-Australia.

“Antara Bulan Mei dan Agustus 1945, tentara Australia bertempur untuk membebaskan pulau Kalimantan dari pendudukan Jepang yang telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun,” begitu kalimat pertama yang tertulis dalam plakat. Sekitar 270 tentara Australia-Selandia Baru, tewas dalam pertempuran itu, dan nama-nama mereka ikut terukir.

Tugu Australia berada di pusat Kota Balikpapan, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman yang tak jauh dari Lapangan Merdeka. Kondisi tugu yang dibangun atas kerjasama Pemkot Balikpapan-Australia ini cukup memprihatinkan. Pedang yang awalnya menempel di tugu telah raib dan hanya diganti dengan lukisan dari cat. Para pengguna jalan biasanya tak menyadari jika tugu ini memiliki kisah sejarah perang yang sempat meluluhlantakkan Balikpapan.

Tugu Australia salah satu yang masuk dalam sejumlah bangunan yang menjadi poin utama dalam promosi Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Balikpapan. Berbagai program menghiasi bangunan tersebut agar dapat menjadi pusat perhatian masyarakat dan wisatawan.

“Banyak peninggalan sejarah yang berpotensi menjadi tujuan wisata di Balikpapan yang belum terekspos secara luas,” kata Kepala Disporabudpar, Oemy Facessly.

Pemerintah Kota Balikpapan telah menjadikan kawasan sekitar Tugu Australia sebagai kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor – car free day, setiap hari Minggu. Masyarakat yang sedang menikmati Car Free Day bisa memperoleh informasi sejarah perang Pasifik di Tugu ini.

Selain itu, keberadaan Tugu Australia juga menarik wisatawan asal Australia. Setiap tahun, keluarga tentara yang tewas pada masa perang menggelar peringatan di kawasan ini, yang dikenal sebagai peringatan Hari Anzac. Peringatan Hari Anzac di Balikpapan sudah berlangsung hampir betahun-tahun dan menjadi salah satu perayaan Hari Anzac terbesar di dunia.

Jurnalis : Ferry Cahyanti / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ferry Cahyanti

Lihat juga...