JAKARTA — Jejak Pemberdayaan yayasan Damandiri — Menjadi seorang leader, tentunya membutuhkan beberapa kemampuan, diantaranya dapat berkomunikasi baik dengan yang dipimpinnya. Dan hal inilah yang rupanya diterapkan Ade Sri Lestari yang dipercaya sebagai Penanggung Jawab Kelompok 4 (PJ4) Tanggung Renteng untuk Program Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja), Posdaya Bacang binaan Yayasan Damandiri.
Ade Sri Lestari
Cara Ade sebagai seorang pemimpin untuk mendapatkan respect dari anggotanya adalah dengan mengedepankan gaya sosialisasi efektif. Ade berusaha untuk menyampaikan setiap informasi maupun himbauan dengan singkat, padat namun jelas bagi seluruh anggota.
“ Pertimbangan saya, para anggota kelompok berasal dari tingkat pendidikan yang bervariasi dan juga lintas usia. Tanpa menggunakan cara itu, pesan yang sampai kepada mereka tidak akan diserap dengan baik. Singkatnya, cara menggunakan bahasa atau penyampaian yang saya kedepankan,” terang Ade kepada Cendana News.
Disebutkan, saat ini anggota kelompok PJ4 sudah mencapai 22 orang, butuh tiga orang lagi untuk memenuhi persyaratan kuota dari Damandiri untuk jumlah anggota kelompok Tanggung Renteng. Jadwal pertemuan rutin kelompok PJ4 jatuh pada Kamis atau Jumat, pekan ketiga setiap bulannya.
Cara Ade dalam mengelola kelompok yang memperhatikan setiap detil karakter masing-masing anggota, setiap pertemuan kelompok PJ4 bisa dihadiri antara 17 hingga 20 orang. Dengan persentase kehadiran 90 hingga 95 persen dari anggota. Cara Ade boleh dikatakan mumpuni untuk memimpin kelompoknya.
Sementara itu, terhitung sejak pertama kali Posdaya Bacang menjalankan Tabur Puja pada 2014, rata-rata pinjaman anggota PJ4 sudah masuk putaran atau gelombang ketiga. Jumlah pinjaman mereka juga bervariasi, antara dua hingga tiga juta rupiah, dengan periode cicilan 10 hingga 12 bulan.
Untuk menyaring anggota kelompok, Ade punya seleksi cukup ketat. Ia lebih memilih anggota yang punya atau ingin punya usaha di rumah sendiri. Ade belum berpikir untuk menjaring anggota dari pedagang keliling maupun sejenisnya.
“ Terkesan masih takut bereksperimen, akan tetapi menurut saya, ini cara paling aman. Karena beban tanggung jawab ada di pundak saya, wajar jika berhati-hati,” imbuhnya.
Mumpuninya cara Ade dalam mengelola kelompok kembali terbukti dengan cicilan anggota kelompoknya selama ini lancar. Belum sekalipun mereka menggunakan dana Tanggung Renteng untuk menutupi salah satu anggota yang tidak bisa membayar cicilan maupun anggota yang terlambat menyerahkan cicilan pinjaman Tabur Puja.
“ Alhamdulillah, sejauh ini lancar, dan rekan-rekan anggota kelompok bisa menunaikan kewajiban sebaik-baiknya. Rencana ke depannya kemungkinan saya harus mengejar syarat kuota per kelompok yaitu dua puluh lima anggota dalam satu kelompok. Tentunya tetap mengedepankan seleksi ketat,” pungkasnya.