MINGGU, 5 FEBRUARI 2017
JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Kakak beradik, Asiah dan Siti Rohmah, warga Betawi, asli RW01 Pengadegan, Jakarta Selatan. Dari sembilan bersaudara, Asiah adalah anak ke-2 dan Siti Rohmah anak ke-4. Kedua orangtua mereka sudah lama tiada, dan Asiah masih hidup bersama suami. Sedangkan Siti harus hidup sendiri karena ditinggal suami. Anak dan cucu teramat berarti bagi mereka berdua. Apapun dilakukan demi anak-anak dan cucu tercinta.
| Asiah (kiri) bersama adiknya, Siti Rohmah (kanan) |
Keduanya sama-sama berdagang di lingkungan RW01 Pengadegan, Jakarta Selatan. Asiah berjualan nasi uduk, Siti Rohmah berjualan Soto mie dan ketan khas Betawi. Kasih sayang kepada anak dan cucu itulah yang menghantar mereka bertemu Yayasan Damandiri melalui Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja). Sentuhan Tabur Puja sangat berguna bagi mereka untuk mewujudkan rencana maupun impian masing-masing.
Tabur Puja bukan sebatas meminjamkan modal usaha mikro kepada masyarakat, akan tetapi juga mengedukasi warga agar rajin menabung. Baik Asiah maupun Siti Rohmah, masing-masing sudah menyadari kegunaan menabung. Akan tetapi selama dua kali pembayaran cicilan Tabur Puja, mereka belum sempat juga untuk menabung.
Berikut petikan perbincangan singkat Cendana News dengan Asiah dan Siti Rohmah mengenai animo mereka untuk menabung lewat Tabur Puja, serta pendapat mereka tentang kehadiran Yayasan Damandiri lewat Program Tabur Puja di RW01, Kelurahan Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan.
Menurut Ibu Asiah, apakah modal usaha sebesar dua juta rupiah memang bisa membantu untuk mengembangkan usaha nasi uduk yang ibu jalankan sekarang?
Asiah: Kebutuhan hidup semakin tinggi, dan pedagang kecil seperti saya memang butuh bantuan modal usaha. Dua juta rupiah itu tidak kecil, ditambah lagi Tabur Puja memberikan modal tersebut tanpa jaminan. Jadi saya merasakan sekali kegunaan modal usaha ini untuk menambah dagangan sekaligus pendapatan saya setiap hari.
Kalau bagi ibu Siti Rohmah sendiri, perubahan apa yang ibu rasakan setelah mendapat modal usaha Tabur Puja ?
Siti Rohmah: Tentunya banyak perubahannya. Awalnya saya hanya berjualan Soto mie, sekarang bertambah lontong sayur dan berbagai macam cemilan goreng serta kue. Jika biasanya laba bersih saya hanya seratus ribu, sekarang menjadi seratus lima puluh ribu, bahkan bisa lebih dari itu jika pembelinya ramai. Makanan yang saya jual bertambah, pemasukan otomatis bertambah, itulah perubahan yang saya alami.
Apakah Ibu Asiah memiliki Tabungan di Tabur Puja ?
Asiah: Selama dua kali cicilan pinjaman saya belum menabung menabung. Tapi bulan depan saya mulai menabung, karena menurut Ketua Posdaya, jika tabungan bertambah otomatis pinjaman saya berikutnya bisa bertambah.
Kalau Ibu Siti sendiri bagaimana? Apakah sudah punya tabungan di Tabur Puja?
Siti Rohmah: Saya juga masih belum sempat menabung. Pikiran saya masih bercabang akibat rencana pernikahan anak dan juga masih kelelahan selepas menunaikan ibadah Umroh. Awal bulan depan baru mulai menabung di Tabur Puja. Sama dengan kakak saya Asiah, saya juga ingin jumlah pinjaman saya selanjutnya bisa lebih besar dari yang pertama.
Kalau begitu, mulai bulan depan, ibu Asiah dan Ibu Siti sudah mulai menabung di Tabur Puja?
Asiah: Insya Allah, bulan depan sudah mulai menabung.
Siti Rohmah: Saya juga, Insya Allah bulan depan sudah mulai menabung.
Jika sudah mulai menabung di Tabur Puja, apakah keputusan tersebut nantinya karena terpaksa atau bagaimana?
Asiah: Tidak terpaksa, karena menabung itu memang sangat penting. Menabung di rentenir dikenakan biaya, menabung bahkan meminjam uang di bank resmi, saya tidak bisa karena tanda tangan saya kurang beraturan. Lebih baik menabung di Tabur Puja. Lebih mudah dan tidak dikenakan biaya.
Siti Rohmah: iya tuh, rentenir memang ngawur, orang nabung malah kena biaya. Jadi jika sudah mulai menabung di Tabur Puja, itu bukan karena terpaksa atau dipaksa, melainkan karena kami mau menabung.
Kalau begitu, jika tidak menabung di bank resmi atau rentenir, sebelum menjadi anggota Tabur Puja, ibu berdua menabung di mana?
Asiah: Saya ikut arisan ibu-ibu di sini setiap bulan. Sekali setor satu juta rupiah.
Siti Rohmah: Iya, sama, saya juga ikut arisan. Selama ini kami anggap itu sama saja dengan menabung.
Apa kesan dan pesan ibu berdua untuk yayasan Damandiri dan Tabur Puja?
Asiah: Terima kasih dan senang sekali bisa dipercaya oleh Yayasan Damandiri untuk mendapatkan tambahan modal usaha. Semoga Tabur Puja jangan sampai bubar, karena kehadirannya sangat membantu orang-orang kecil seperti saya dan adik saya Siti.
Asiah: Terima kasih telah dibantu modal usaha, dan semoga pinjaman saya berikutnya bisa lebih besar. Saya berniat untuk dagang sembako.
Jurnalis : Miechell Koagouw / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Miechell Koagouw