SENIN, 27 FEBRUARI 2017
MALANG — Ratusan siswa-siswi dari berbagai Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI 3 Kota Malang, Senin (27/2/2017). Tidak hanya siswa, para orangtua siswa pun juga diundang untuk diberi pengarahan mengenai UNBK.
![]() |
| Ratusan siswa SMP di Kota Malang ikuri simulasi UNBK |
“Hari ini kami melaksanakan simulasi UNBK tahap dua yang diikuti oleh siswa SMP, selama dua hari,”, jelas Ketua pelaksana teknis UNBK, Yandri Nurwibowo. Menurutnya, karena pihaknya sudah bersedia membantu rekan-rekan SMP untuk fasilitator UNBK tahun ini, maka pihaknya juga sudah siap dengan segala hal dalam melayani 720 siswa SMP yang menjalani simulasi UNBK.
Disebutkan, peserta simulasi UNBK di antaranya dari siswa SMP Wahid Hasim Kota Malang, SMPN 1 Karangploso, SMPN 1 Dau, SMP PGRI 1 Karangploso, SMP PGRI 4 Karangploso satu Atap dan beberapa siswa dari MTS. “Kami juga sudah pernah menjalankan road show ke beberapa SMP terkait dengan simulasi UNBK,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, hingga saat ini tidak ada kendala dengan perangkat. Hanya saja kendalanya bagi siswa yang belum pernah UNBK pasti kesulitan saat log in, seperti cara memasukkan ID dan password. “Ada sekitar tiga ratus unit komputer yang disediakan sesuai dengan jumlah siswa SMK PGRI 3, yang akan mengikuti UNBK,” ungkapnya.
![]() |
| Ketua Pelaksana Teknis UNBK, Yandri Nurwibowo |
Yandri juga menyampaikan, kekhawatiran siswa mengenai kemungkinan terjadinya trouble saat mengerjakan soal, juga menjadi kekhawatiran para orangtua. “Karena itu, kami juga mengundang para orangtua siswa untuk diberi pengarahan mengenai sistem UNBK, dan bagaimana pelaksanaannya, serta kesiapan kami dalam melaksanakan UNBK,” terangnya.
Yandri berharap, dengan adanya simulasi UNBK ini, para siswa bisa semakin paham dan terbiasa dengan sistem UNBK, sehingga mereka tidak perlu khawatir lagi. Orangtua pun diharapkan juga tidak perlu terlalu khawatir lagi, ketika putra-putrinya melaksanakan UNBK di SMK PGRI 3, karena pihaknya telah menyediakan laptop cadangan sekitar 40 unit untuk digunakan, jika terjadi masalah pada komputer, serta genset jika tiba-tiba terjadi mati lampu.
Jurnalis: Agus Nurchaliq/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Agus Nurchaliq
