Pedagang Risoles, Ika Nurmaya: Cicilan di Tabur Puja Damandiri Ringan Sekali

SABTU, 25 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Lahir 29 September 1983, Ika Nurmaya ikut suaminya masuk ke Jagakarsa pada 2008. Ibu muda anak dua ini mulai usaha dagang nasi uduk untuk sarapan pagi sejak 2014. Nasi uduk gurih lengkap sambal goreng pedas adalah ciri khas nasi uduk buatannya.

Risoles buatan Ika Nurmaya

“ Saya memanfaatkan halaman depan rumah untuk berdagang nasi uduk setiap pagi, Senin sampai Jumat,” sebut perempuan kelahiran Ciamis ini kepada Cendana News.

Awal 2015, sambil antar-jemput anak keduanya di PAUD Cempaka RW04, ia mendapat informasi bahwa Posdaya Cempaka binaan Yayasan Damandiri punya program modal usaha bagi pedagang mikro bernama Tabungan Kredit Pundi Sejahtera atau disingkat Tabur Puja. Berbekal informasi itu ia mendatangi Ketua Posdaya, Yessy Febriane untuk mengajukan pinjaman.

Tabur Puja mencairkan dana usaha sebesar Rp 2 juta untuk putaran pertama dengan cicilan pelunasan selama 12 bulan.

“ Ringan sekali cicilannya, hanya dua ratus dua ribu per bulan. Pinjaman itu saya alokasikan untuk tambah modal nasi uduk dan merintis kue basah seperti risoles,” ujar perempuan yang pintar mengolah sambal goreng ini.

“ Sambal goreng buatan Ika memang menjadi pelengkap sempurna untuk nasi uduknya,” timpal Yessy Febriane, Ketua Posdaya, salah satu pelanggan nasi uduk Ika ikut menimpali.

Sambil meneruskan usaha dagang nasi uduk, Ika mulai merintis usaha kue basah risoles. Ia melayani pemesanan risoles setiap hari dari tetangga RW04 Kelurahan Jagakarsa, terus meluas hingga seluruh Kecamatan Jagakarsa. Dalam satu hari, ia bisa melayani pemesanan risoles mencapai 100 biji. Bahkan jika banyak orderan, Ika mampu memproduksi risoles sebanyak 400 biji dalam sehari.

Ika Nurmaya

Risoles baik isi daging asap maupun sayuran dijual dengan harga sama, yakni Rp.1.500 per biji. Untuk 100 risoles isi daging asap dan sayuran, Ika mengeluarkan modal Rp.90ribu. Dengan begitu, omset Ika untuk 100 risoles mencapai Rp.150 ribu. Selisih Rp.60 ribu adalah pendapatan Ika untuk 100 biji risoles. Jika mencapai 400 risoles, berarti pendapatan Ika mencapai 240 ribu rupiah.

Dagangan Ika selalu habis, baik nasi uduk maupun risoles buatannya. Walau masih merintis, ternyata usaha risoles Ika bisa mendongkrak pendapatan rumah tangganya. Tanpa terasa, cicilan pinjaman Tabur Puja putaran pertama berhasil diselesaikan Ika dengan baik.

Ia juga berencana mengambil pinjaman putaran kedua, namun harus punya rencana juga. Setelah berembuk dengan suami, Ika berencana menggunakan pinjaman Tabur Puja putaran kedua untuk menambah modal risoles sekaligus merintis usaha baru berupa nasi box.

Akhirnya Ika mengajukan pinjaman keduanya di Tabur Puja sejumlah Rp 2,5 juta. Manajemen meloloskan pengajuan pinjamannya namun dengan jumlah Rp 3 juta. Ika kaget dan menolak jumlah itu karena menurutnya jumlah Rp 3 juta di luar kesanggupannya dalam mencicil. Ika kukuh di angka 2,5 juta rupiah. Tabur Puja meloloskan negosiasi Ika dengan mencairkan pinjaman sejumlah Rp 2,5 juta dalam 12 bulan cicilan pelunasan.

“ Sebenarnya secara sistem di Tabur Puja, Ika lolos kualifikasi mendapatkan pinjaman tiga juta rupiah. Tabungannya sudah memenuhi syarat sejumlah lima ratus ribu rupiah untuk kenaikan pinjaman satu juta rupiah, sehingga pinjaman keduanya bisa cair tiga juta rupiah. Tapi sepertinya Ika itu jenis pelaku usaha mikro yang sadar betul kemampuannya dalam mencicil pinjaman modal usaha. Contoh positif dan layak mendapat apresiasi,” terang Asisten Kredit Tabur Puja, Deni yang bertugas di Posdaya Cempaka mengenai Ika.

Akhirnya Ika menikmati pinjaman Tabur Puja keduanya dan segera memulai usaha nasi box. Dalam dua minggu, Ika bisa menjual 15-25 nasi box pada bulan pertama merintis usahanya. Ia mengambil spesialisasi nasi kuning lengkap dengan sambal khas buatannya. Ternyata permintaan mulai berdatangan, dan bulan kedua produksinya mulai mencapai 50 box. Ika menggandeng nasi box dengan risoles, dan semakin bertambah pesanan nasi box otomatis ikut mendongkrak pemesanan risoles buatannya.

Satu box nasi kuning dibanderol hanya Rp 10 ribu oleh Ika. Menurutnya, murah meriah tanpa mengurangi sensasi rasa, itulah prinsip yang dipegang teguh dirinya dalam menjalankan usaha nasi box, khususnya nasi kuning. Dari modal Rp 10 ribu per box, modal Ika hanya Rp 7 ribu, sehingga ada Rp 3 ribu keuntungan di sana. Berarti laba bersih Ika untuk 50 nasi box mencapai Rp.150 ribu.

“ Perlahan usaha saya mulai berkembang, baik nasi uduk, risoles sampai nasi kuning. Tapi dalam perjalanan selama ini, saya justru semakin akrab di mata pelanggan dengan dagangan risoles. Tapi intinya semua usaha kuliner saya bisa berkembang,” lanjut Ika.

Jika cicilan Tabur Puja putaran keduanya selesai, Ika Nurmaya berencana melangkah jauh ke depan dengan usaha katering. Dan untuk pinjaman ketiganya nanti, Ika sudah berani untuk menerima pinjaman lebih besar.

“ Untuk mendapat tiga juta rupiah saya berani, tapi nanti kalau putaran ketiga. Sekarang saya kembangkan dulu usaha ini agar pendapatan terus meningkat,” tutupnya mengakhiri pertemuan dengan Cendana News.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...