Novanto Berharap, Nilai Perdagangan Arab Saudi dan Indonesia Bisa Ditingkatkan

KAMIS, 16 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Ketua DPR RI, Setya Novanto, menerima kunjungan Ketua Majelis Syuro Arab Saudi, Syeikh Abdullah Bin Muhammad Bin Ibrahim Al-Syeikh, di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis (16/2/2017). Kunjungan ini merupakan suatu kehormatan yang besar, dikarenakan lawatan bilateral pertama.

Ketua Majelis Kerajaan Arab Saudi ke Indonesia

“Kami berkeyakinan dan optimis, di bawah kepemimpinan yang mulia, hubungan dan kerjasama antar parlemen kedua negara akan terus berkembang semakin kokoh dan erat,” kata Novanto.

Bagi DPR, lanjut Novanto, kunjungan Ketua Majelis Kerajaan Arab Saudi ke Indonesia ini menandai babak baru dalam sejarah hubungan dan kerjasama parlemen kedua negara yang selama ini telah berlangsung erat di berbagai forum internasional. Ia menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang tinggi atas kebijakan dan kemurahan hati Khadimul Haramain as Syarifain (Pelayan Dua Kota Suci) Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud, yang telah memulihkan quota haji Indonesia, sebesar 211.000 jemaah, serta tambahan 10.000 jemaah pada Musim Haji 2017, ini.

“Bagi kami, Arab Saudi termasuk mitra penting di bidang ekonomi dan perdagangan, meskipun nilai perdagangan kedua negara mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir,” imbuhnya.

Untuk diketahui, total volume perdagangan kedua negara pada 2015 sebesar 5,48 Miliar US Dollar, dan pada 2016 (dari bulan Januari-Oktober) tercatat sebesar 3,39 Milliar Dollar US. “Ke depan, kami berharap nilai perdagangan kedua negara dapat ditingkatkan,” kata Novanto.

Selain itu, Novanto juga menjelaskan, Arab Saudi adalah pasar yang besar untuk ekspor berbagai produk halal Indonesia. Diharapkan, pasar ekspor halal Indonesia ke Arab Saudi semakin meningkat lagi, dan juga rencana investasi Arab Saudi di Indonesia sebagai tindak lanjut kesepakatan kerjasama Jeddah September 2015.  Karena itu, Novanto mendorong agar pengusaha Arab Saudi bisa melakukan diversifikasi investasi di Indonesia, seperti di bidang pertanian dan infrastruktur maritim. “Kami melihat berbagai program pembangunan yang sedang dilakukan Arab Saudi juga telah membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan Indonesia untuk terlibat dalam berbagai program pembangunan di Arab Saudi,” tuturnya.

Novanto menambahkan lagi, sebagai sesama negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Arab Saudi dan Indonesia juga perlu terus meningkatkan kerjasamanya dalam menangani masalah-masalah keamanan internasional, seperti terorisme yang hingga kini masih menjadi ancaman bagi banyak negara di dunia. Bahkan, masalah Palestina juga hingga kini belum terselesaikan. “Itu yang menjadi perhatian bersama, agar solusi damai antara negara OKI bisa tercapai,” pungkasnya.

Jurnalis: Adista Pattisahusiwa/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Adista Pattisahusiwa

Lihat juga...