Marliah, Kabid Tabur Puja Damandiri yang Mengedepankan Seleksi Ketat

SABTU, 25 FEBRUARI 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Juni 2012, Yayasan Damandiri mendirikan Posdaya Cempaka di RW04 Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pendirian diiringi dengan peluncuran program pemberdayaan ekonomi keluarga kecil bernama Tabungan Kredit Pundi Sejahtera, disingkat Tabur Puja. Marliah, yang akrab disapa Lili, adalah salah satu rekan Ketua Posdaya Cempaka, Yessy Febriane dalam kegiatan RW04 sampai Kelurahan Jagakarsa.
Marliah

Dengan pengalaman dan sepak terjangnya di masyarakat itulah Marliah menjadi salah satu penggerak Posdaya memajukan aspek pemberdayaan wirausaha sebagai Kepala Bidang Ekonomi (Kabid Ekonomi),  merangkap Kabid Tabur Puja Posdaya Cempaka. Marliah membawa 10 anggota Tabur Puja ketika pertama kali diluncurkan. Mereka masuk pinjaman putaran pertama, dengan masing-masing mendapat modal usaha sejumlah Rp 2 juta, termin pengembalian selama 12 bulan cicilan.

Dalam memperkenalkan Tabur Puja, Marliah memulai dari sekitar kediamannya di RT06, RW04, Kelurahan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kebetulan posisinya sebagai isteri Ketua RT06, warga cukup mudah untuk dihimpun dalam setiap kesempatan sosialisasi. Berawal dari merekomendasikan 10 anggota, seterusnya satu persatu warga RT06 datang dengan sendirinya ke Sekretariat Posdaya Cempaka untuk menjadi anggota Tabur Puja.
“Untuk menghimpun warga memang butuh ketokohan. Mereka menghormati suami saya karena ia seorang Ketua RT, sehingga saya sebagai isteri Ketua RT untuk menggerakkan warga dalam setiap kegiatan. Itu saya jadikan salah satu faktor pendorong dalam setiap kegiatan sosialisasi baik untuk kegiatan RT, RW sampai Tabur Puja Posdaya Cempaka,” terang Marliah kepada Cendana News.
Suatu ketika usaha Marliah terbentur batu karang yang cukup keras, kala seorang warga yang direkomendasikannya macet dalam mencicil di Tabur Puja. Persoalannya cukup rumit, karena saat pertama kali meminjam, warga tersebut lancar di Tabur Puja. Cicilan pertama masuk dengan sukses tanpa halangan apapun. Saat masuk cicilan kedua, ada masalah keluarga yang mengakibatkan si peminjam harus terpisah dari keluarganya alias bercerai.
Tidak mau menunggu terlalu lama, Marliah langsung membereskan pinjaman warga tersebut agar keuangan Tabur Puja balance atau seimbang. Dan juga agar dirinya tidak tersangkut masalah apapun dengan manajemen Tabur Puja. Para pengurus membantu Marliah melakukan penagihan kepada orang tersebut namun tidak berhasil juga hingga saat ini.
“ Kejadian itu sudah dua tahun yang lalu, dan langsung saya bereskan sangkutan tersebut dengan uang pribadi sebagai wujud tanggung jawab. Yang bersangkutan sampai sekarang belum membereskan tanggung jawabnya namun sudah saya relakan semuanya. Tapi menjadi pelajaran berharga bagi saya kelak dalam melakukan penilaian bagi calon anggota Tabur Puja. Posisi saya Kabid, jadi tidak boleh ada kekeliruan seperti itu lagi,” Marliah melanjutkan keterangannya.
Benar saja, sejak pengalaman pahitnya itu, Marliah sangat selektif dalam melakukan wawancara maupun pemeriksaan bentuk usaha calon anggota. Ia akan mencari tahu sampai seluk beluk maupun kegiatan keluarga sehari-hari. Ditambah juga anggota itu tidak boleh terlalu banyak sangkutan cicilan pinjaman dengan leasing maupun lembaga keuangan lainnya.
“ Bukan apa-apa, karena kasihan juga jika mereka harus terbebani cicilan di sana-sini. Tujuan Damandiri adalah mengangkat taraf hidup keluarga dan bukannya membebani mereka. Jadi saya juga harus selektif, bahkan cenderung sangat selektif,” pungkas Marliah.
Dengan perputaran dana Tabur Puja yang sudah lebih dari Rp 200 juta, serta memiliki potensi untuk meningkat, Marliah beranggapan bahwa memang masih banyak warga yang kesulitan dalam mengembangkan usaha. Dua kesulitan yang umum adalah kekurangan modal dan tidak ada modal. Tabur Puja Yayasan Damandiri adalah solusi tepat bagi mereka, namun sudah tugas Marliah melakukan seleksi agar Damandiri mendapatkan anggota Tabur Puja berkualitas.
Berkualitas dalam arti, anggota tersebut memang benar-benar seorang warga yang ulet dalam berdagang namun terkendala modal usaha. Itulah klasifikasi anggota Tabur Puja berkualitas bagi Damandiri yang dipegang teguh oleh para penggerak Tabur Puja Posdaya Cempaka.

Jurnalis : Miechell Koagouw / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Miechell Koagouw

Lihat juga...