SABTU, 11 FEBRUARI 2017
JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Kegiatan Posbindu Bacang yang digagas para kader Posdaya Bacang RW02, Srengseng Sawah binaan Yayasan Damandiri dilakukan tiga kali dalam satu minggu setiap bulannya. Secara bergantian dalam satu minggu, dibuka tiga pos pelayanan kesehatan untuk tiga belas RT yang ada di wilayah RW02 Srengseng Sawah. Pos pelayanan pertama melayani tiga RT di wilayah utara RW02, Pos Pelayanan kedua melayani tujuh RT di selatan, dan Pos Pelayanan ketiga untuk melayani warga dari tiga lingkungan RT di belahan barat RW02.
| Salah satu Hari Pelayanan Posbindu Bacang, Setiap Rabu minggu pertama |
“ Dari tiga pos yang kami buka di hari berbeda dalam satu minggu setiap bulan, berhasil menangani pemeriksaan kesehatan antara seratus tiga puluh hingga seratus lima puluh warga dari tiga belas lingkungan RT di wilayah RW02,” sebut Budi Lestari, bagian administrasi Posbindu Bacang, yang aktif juga sebagai Bendahara Posdaya Bacang.
Tempat yang digunakan untuk kegiatan Posbindu Bacang biasanya adalah di Sekretariat Posdaya Bacang dan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Shibi. Dengan lima orang petugas kesehatan yang juga merangkap pengurus Posbindu, mereka membuka empat meja pelayanan bagi warga yang datang memeriksakan kesehatannya.
Diawali proses pendaftaran atau registrasi, dilanjutkan pengukuran tinggi dan berat badan, berpindah ke meja pengukuran tensi darah, kemudian bergeser ke meja pengukuran kadar kolesterol, gula darah dan asam urat.
Meja pelayanan terakhir adalah pengisian Kartu Monitoring Sehat (KMS) dan konseling, dimana warga akan diberikan hasil tes kesehatan sekaligus surat rujukan ke Puskesmas Kecamatan Jagakarsa jika memang ditemukan gejala gangguan kesehatan.
“ Biasanya kadar asam urat normal wanita usia di atas empat puluh tahunan, harus diangka lima koma lima miligram per desiliter, tapi hasil pengukuran menunjukkan asam urat saya berada di angka enam koma enam, kesimpulannya tinggi sekali. Saya langsung diberi surat rujukan ke Puskesmas kecamatan oleh petugas konseling,” terang Ibu Wiji, seorang warga RW02, selepas mendapatkan pelayanan di meja konseling oleh petugas Lies Priyanthi.
Bahkan menurut Ketua Posbindu Bacang juga merangkap Kepala Administrasi Posdaya Bacang, Rumiyanti, mereka bukan sekedar mengukur, menginformasikan dan mengeluarkan surat rujukan ke Puskesmas saja, akan tetapi pelayanan Posbindu Bacang mengedukasi masyarakat untuk menjaga kesehatan masing-masing.
Contohnya, Ibu Suryati yang memiliki masalah dengan kadar kolesterol. Awal minggu kadar kolesterolnya ada di angka 228 miligram per desiliter (mg/dL), kali kedua pemeriksaan di Posbindu berhasil turun menjadi 219 mg/dL dan pemeriksaan terakhir petugas Posbindu terhadap Suryati pada 08/02/2017, kolesterolnya sudah menyentuh angka yang lebih baik lagi yaitu 207 mg/dL.
“Sekarang kadar kolesterol saya di angka dua ratus tujuh miligram per desiliter. Ketika pertama kali ditemukan bahwa kadar kolesterol saya ada di angka dua ratus dua puluh delapan, saya tidak langsung dirujuk ke Puskesmas tapi diberi peringatan keras untuk memperbaiki pola makan agar lebih sehat. Saya memperbaikinya dengan menghindari makanan berlemak dan ber-karbohidrat tinggi. Alhamdulillah terus turun, sekarang sudah di angka dua ratus tujuh. Saya harus mengejar kadar kolesterol di angka dua ratus miligram per desiliter atau minimal sedikit di bawah itu,” ungkap Suryati tentang hasil penanganan Posbindu Bacang terhadap dirinya.
Fokus pelayanan Posbindu Bacang adalah mulai dari warga berusia 15 tahun hingga lansia. Berikut dokumentasi Cendana News mengenai kegiatan Posbindu Bacang yang digerakkan beberapa kader Posdaya Bacang yang mengabdikan diri dan waktu mereka dalam gerakan sosial untuk memberdayakan sekaligus mengawal kesehatan warga RW02, Kelurahan Srengseng Sawah.
| Antrian warga menunggu giliran |
| Pengukuran tinggi badan |
| Persiapan cek kadar kolesterol bagi lansia |
Jurnalis : Miechell Koagouw / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Miechell Koagouw