Warga Keluhkan Jalan Rusak di Tiga Distrik, Keerom

SABTU, 14 JANUARI 2017

KEEROM — Jalan Trans Irian penghubung tiga distrik serta tiga kabupaten di wilayah Kabupaten Kerom, Papua alami kerusakan yang cukup memprihatinkan. Akibatnya, masyarakat mengeluh dan meminta pemerintah untuk memperbaiki jalan tersebut.
Pengendara Sepeda motor melalui jalan yang rusak
Salah satu warga Distrik Waris, Ricad mengaku jalan Trans Irian Jaya telah ada sejak tahun 1999, sebelum Kabupaten Kerom terbentuk. Menurutnya, jalan tersebut dikerjakan PT. Ninya Karya (NK) Persero  sebagai  akses pembuatan jalan dan jembatan di wilayah Distrik Waris, Senggi dan Distrik Ubrub hingga ke Mamberamo dalam keadaan belum teraspal.
“Kalau tidak salah tahun 2014 baru diaspal, tapi akibat longsor, badan jalannya retak, berbolong-bolong, dan longsor pada tepian kiri dan kanan badan jalan, paling parah pernah satu hingga dua jembatan terputus akibat longsor,” kata Ricard kepada Cendana News saat dijumpai di Distrik Waris beberapa waktu lalu.
Dengan adanya pemekaran kabupaten baru di Papua, jalan trans Irian Jaya ini dapat menghubungkan tiga  kabupaten seperti, Mamberamo Tenggah, Pengunungan Bintang dan Jayawijaya.
“Saya harap pemerintah daerah maupun pusat dapat melihat ini, karena dari tahun ketahun pasti ada saja masalah yang terjadi. Ini kan membuat kami susah untuk mengakses transportasi angkutan umum ke pusat Kota Keerom maupun Kota Jayapura,” tuturnya.
Bupati Kabupaten Keerom, Celcius Watae saat dikonfirmasi mengatakan, jalan lintas daerah atau jalan Trans Irian merupakan jalan dari dana APBN dan sepenuhnya menjadi tanggungjawab balai besar pekerjaan jalan nasional dan jembatan wilayah Papua.
“Kami lihat dan itu memang kenyataan, karena jalan Trans Irian ini jalan yang dibiayai APBN melalui Balai Besar Jalan dan Jembatan Nasional. Dari kami Pemda Keerom hanya melaporkan kondisi jalan dan jembatan yang rusak,” kata Celcius Watae.
Pelaksanaan semua ada di balai besar dibawah Kementerian PU, sehingga pihaknya berharap balai melalui kontraktor yang telah mendapatkan pekerjaan, tetap memperhatikan kondisi jalan yang ada di wilayah ini.
“Dalam waktu dekat saya akan bersurat ke balai jalan. Kami dari pemerintah daerah hanya memperhatikan jalan-jalan koridor, berbeda dengan jalan trans irian yang dibiayai langsung APBN,”sebutnya.
Ia menambahkan, jalan Trans Irian dari Abepura (Kota Jayapura) menuju Senggi (Kabupaten Keerom)  juga tembus menuju Kabupaten Jayawijaya, Yalimo, Pegunungan Bintang dan Kabupaten Yahukimo.
“Sekarang mereka sedang rintis. Tahun kemarin mereka sudah membuka jalannya dan sudah melewati Kampung Falma satu dan dua, harapannya bisa terus lanjut,” ujarnya.
Ditempat terpisah, Sumihar Panjaitan selaku Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pembangunan Jalan Nasional 1 mengatakan, jalan trans Papua dari Abepura, Arso, Waris, Senggi, Mamberamo, sampai ke Lelim Kabupaten Yalimo dan tembus ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Memang sepanjang jalan yang rusak itu, lanjutnya kalau menurut geologi memang daerah itu kurang stabil. Karena daerah tersebut banyak patahan atau cesar. 
“Jika terjadi gempa, walaupun agak kecil getarannya, tapi mengakibatkan banyak sekali longsoran dan jadikan banyak patahan di badan jalan,” kata  Sumihar saat ditemui Cendana News, Sabtu (14/01/2017).
Program penangan diruas jalan nasional tersebut, dikatakan Sumihar, melalui program Long Segmen yakni penanganan jalan 50-100 kilometer. Didalamnya sudah termasuk pemeliharaan rutin, rehap minor, mayor dan lainnya semua digabung jadi satu dalam program tersebut.
“Satu program beberapa output. Itu jadi satu kontrak. Bahkan itu sudah bisa dikontrak dari awal hingga akhir tahun. Supaya jalan dan jembatan itu terpelihara terus,” ujarnya.
Salah satu badan jalan yang turun akibat longsor
Sekedar diketahui bahwa penanganan jalan tersebut, untuk tahun ini tengah dilelang dengan nilai sebesar 92 miliar rupiah yang akan dikerjakan satu perusahaan yang memenangi tender Long Segmen termasuk pemeliharaan dan lainnya. 

Jurnalis : Indrayadi T Hatta / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Indrayadi T Hatta

Lihat juga...