SELASA 24 JANUARI 2017
JAKARTA—Kunci dalam persaingan di era pasar bebas sangat berkait erat dengan kualitas sumber daya manusia (SDM). Harus diakui hanya negara dengan SDM unggul bisa memenangkan kompetisi era pasar bebas.
![]() |
| Rektor Universitas Mercu Buana Dr.Arissetyanto Nugroho (kanan) menerima piagam akreditasi A dari Koordinator Kopertis Wilayah III, Dr. Illah Sailah, di Aula Rektorat Universitas Mercu Buana, Jakarta Barat. |
Laporan World Economic Forum (WEF) 2016 menyebutkan bahwa tingkat daya saing Indonesia berada pada peringkat ke-41 dari 138 negara. Peringkat ini sebenarnya mengalami kemerosotan, karena sebelumnya pada 2015, Indonesia berada di peringkat ke-37.
Indonesia juga lemah dalam sektor Kesehatan dan Pendidikan dasar. Bahkan penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia juga buruk, berada pada peringkat ke-91.
Indonesia butuh meningkatkan kemerosotan maupun peringkat-peringkat yang lainnya. Yang harus dilakukan adalah meningkatkan kualitas pendidikan. Karena pendidikan merupakan instrumen untuk mencerdaskan bangsa.
Salah satu yang memajukan pendidikan adalah lembaga pendidikan salah satunya perguruan tinggi. Dan untuk menjadi perguruan tinggi yang kompetitif serta terpercaya dalam mencetak generasi penerus bangsa harus memiliki akreditasi tinggi.
Akreditasi terbaik bagi perguruan tinggi swasta adalah ‘A’. Pemerintah melalui UU No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi telah mengatur detil akreditasi. Artinya semua perguruan tinggi harus mampu memenuhi akreditasi tersebut.
Universitas Mercu Buana baru saja memperolah Akteditasi A pada Desember 2016 sebagai sebuah Perguruan Tinggi Swasta berkualitas tinggi untuk menghasilkan SDM berkualitas untuk menghadapi pasar bebas.
Rektor Universitas Mercu Buana, Dr. Arissetyanto Nugroho mengatakan Akreditasi A bagi Universitas Mercu Buana sangat membanggakan, sekaligus wujud pengakuan pemerintah terhadap kualitas pendidikan yang dilakukan kampus. tetapi itu bukan menjadi akhir dari upaya Universitas Mercu Buana dalam misi besarnya mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Masih banyak pekerjaan yang hatus dilakukan untuk terus mendorong sekaligus menyempurnakan Universitas Mercu Buana menjadi perguruan tinggi berkelas dunia. Sekaligus memberikan peran dan makna nyata bagi bangsa dan negara,” kata Arissetyanto Nugroho.
Arissetyanto Nugroho kembali melanjutkan, ada dua indikator untuk mengukur keberhasilan sebuah perguruan tinggi. Pertama, mencapai atau meraih akreditasi terbaik. Kedua, memiliki alumni yang mampu berkiprah pada berbagai institusi dan kelembagaan masyarakat.
Pencapaian Universitas Mercu Buana mendapatkan akreditasi A serta mencetak banyak lulusan berkualitas adalah wujud pengabdian universitas bagi lingkungannya.
![]() |
| Rektor Universitas Mercu Buana, Dr. Arissetyanto Nugroho. |
Jurnalis: Miechell Koagouw/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Miechell Koagouw
